Peneliti Tracer Study Feb dan Mantan Presiden BEM Ubhara Raih Beasiswa Ke Australia

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, LiraNews – Kampus UBHARA kembali mendapatkan kabar yang membahagiakan setelah sukses menggelar Tracer Study alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Webinar Kampus Merdeka dan Temu Alumni Daring Sabtu (24/10/2020) hasil kolaborasi antara Paguyuban Alumni BEM-FEB dengan Rektorat, Dekanat FEB dan BEM Ubhara.

Hani Muntoha,SE. Kordinator tim riset Tracer Study Paguyuban Alumni BEM-FEB menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Abdul Majid, SE, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2005 mendapatkan beasiswa prestisius “Australia Award Scholarship” dari pemerintah Australia tahun 2020.

“Alhamdulillah dan memberikan selamat kepada Abdul Majid atas terpilihnya menjadi penerima beasiswa yang bergengsi dari pemerintah negeri kangguru tersebut. Kabar yang sangat membanggakan bahwa alumni Ubhara mampu bersaing dengan ratusan pelamar untuk memperebutkan beasiswa tersebut. Perlu saya informasikan bahwa “Majid” ini adalah salah satu anggota tim riset tracer study FEB kemarin loh, “ ujarnya kepada liranewsi lewat sambungan telpon, Rabu (28/10).

Hani menambahkan, ini juga sangat positif untuk memberikan support kepada Ubhara seperti yang disampaikan Rektor dalam sambutannya pada Webinar Kampus Merdeka kemarin, bahwa peran alumni dikancah Internasional sangat membantu mewujudkan rencana strategis Renstra Ubhara untuk mendapatkan akreditasi internasional pada tahun 2030.

“Kedepannya relasi yang kuat antara alumni dan kampus harus ditingkatkan “kemesraannya” karena padaa era globalisasi yang sangat kompetitif bukan berbicara regional persaingan yang saling menjatuhkan tetapi soal kolaborasi yang saling menguatkan. Sekaligus ini juga bisa diartikan sebagai kado istimewa dihari Sumpah Pemuda 28 Oktober yang bertepatan pada hari ini bagi keluarga besar Ubhara,” jelas Hani yang berprofesi sebagai penilai public juga ketua DPD Mappi Kalimantan Selatan dan Tengah.

Sejurus dengan hal itu, Fitroh Nadyah (Afit) Presiden BEM Ubhara menyampaikan rasa bahagianya. “Akhirnya mantan Presiden BEM ada yang bisa mendapatkan beasiswa prestisius dan bergengsi dari pemerintah Australia. Hal ini pasti akan sangat menginspirasi bahwa aktif dalam Ormawa jika dilakukan secara totalitas akan membawa dampak positif bagi kita dan itu sudah bias dibuktikan oleh mas Majid,“ tuturnya.

Afit menerangkan, bahwa beasiswa Short Term Awards adalah fitur baru Australia Awards di Indonesia dan melengkapi Long Term Awards yang telah berjalan lebih dari 60 tahun kerjasama bidang pendidikan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia.

“Untuk tahun ini mas Majid berhasil terpilih dalam kategori tema beasiswa “Democratic Resilience : Youth Participation Democracy in Indonesia” atau mendorong partisipasi remaja di proses demokrasi, dan mencari cara untuk melawan misinformasi dan disinformasi pada pendidikan demokrasi di Indonesia,” lanjutnya.

Masih kata Afit, sekilas dia mempelajari Essay dan proposal yang sudah dipresentasikan dihadapan Joint Selection Team (JST) selaku panelis dari perwakilan kedutaan besar Australia, praktisi dari Australia dan akademisi dari Indonesia, bahwa mas Majid yang mewakili LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) kedepannya akan berkolaborasi dengan Ubhara dan Stake Holder di Australia untuk merealisasikan proyek yang sudah disusun.

“Artinya kolaborasi ini nantinya akan otomatis meningkatkan grade Ubhara untuk mendapatkan akreditasi internasional dari QS World Ranking University pada tahun 2030 sesuai rencana strategis (Renstra) Universitas Bhayangkara Surabaya,” Afit mmenerangkan.

Tidak hanya itu, menurut Afit, kesempatan berkolaborasi dengan international networks memberikan dampak yang positif bagi civitas akademika, untuk berpartisipasi mendesign gerakan yang kreatif dan inovatif sebagai upaya meningkatkan peran remaja dalam menciptakan ketangguhan demokrasi (democratic resilience) di Indonesia.

Mas Majid juga memohon doa dan restu kepada segenap civitas akademika Ubhara Surabaya, agar essay dan proposal Poshgraduate Long Term Australia Award Scholarship (AAS) intake 2020 untuk program Master of Leadership “S-2” di Australia National University “ANU” Canberra – Australia bias lolos juga sebagai awarde seperti halnya pada short course program. “Info terakhir tinggal maju dihadapan Joint Selection Team (JST) / panelis saja, prosesnya agak molor dari jadwal karena pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Sampai berita ini direlease, liranews belum bias mendapatkan respon dari yang bersangkutan karena belum bersedia untuk memberikan ppenjelasan. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60