Penerima Insentif Guru Ngaji Keluhkan Pelayanan Bank Jatim

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Bangkalan— Penerima bantuan insentif guru ngaji di Kabupaten Bangkalan mengeluhkan pelayanan pengambilan buku rekening Bank Jatim di cabang pembantu (Capem) Tanah Merah Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur.

“Saya mulai kemarin mengurus (buku rekening) ini, ternyata prosesnya cukup sulit dan begitu ribet,” keluh ustadzah Toriyah salah satu penerima bantuan insentif guru ngaji di Desa Banyubunih Kecamatan Galis Bangkalan. Jumat (28/6/2019).

Menerut Toriyah, sebelum pengambilan buku rekening dirinya harus berkoordinasi dulu dengan kelompok kerja (pokja). Sementara dirinya tidak tau mengenai pokja tersebut, bahkan tidak tahu kapan pokja tersebut dibentuk.

“Disini itu yang terkait dengan formulir harus berkoordinasi langsung dengan pokjanya, sementara saya ini kan nggak tau pokjanya ini dan saya tidak pernah mengenal pokja ini, karena memang tidak ada sosialisasi mengenai pembentukan pokja ini,” paparnya.

Seharusnya kata dia, ada sosialisasi mengenai pembentukan pokja tersebut agar masyarakat (penerima insentif) tidak bingung ketika mau mengambil buku rekening. “Harusnya ada sosialisasi pembentukan pokja ini,” katanya.

Hal serupa juga dialami Hotib salah satu guru ngaji asal Desa Galis Kecamatan Galis Bangkalan, ia mengatakan, sebelum mengambil buku rekening dirinya oleh pihak bank disuruh menghubungi pihak berinisial FN.

“Saya tidak tau dia (FN, red) itu siapa dan sebagai apa ko disuruh menghubungi dia dulu,” katanya.

Padahal kata dia, dirinya sudah membawa E-KTP asli dan foto copy untuk pengambilan buku rekening sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. “Tapi disuruh konfirmasi ke FN ini dulu sebelum mengambil buku rekening,” ucapnya.

Sementara, Dina customer service Bank Jatim capem Tanah Merah Bangkalan mengatakan bahwa, pihaknya tidak mempersulit pengambilan buku rekening, akan tetapi pihaknya kewalahan melayani para nasabah.

“Saya nggak tahu mana yang lembaga dan mana yang pribadi, dan hari ini saya sendirian, saya kewalahan, biasanya dicover bu pipit,” ujarnya saat ditemui dikantornya.

Sementara itu, saat liranews.com berusaha menghubungi pimpinan capem Bank Jatim Tanah Merah melalui telepon seluler, pertama tidak diangkat, dihubungi kedua kalinya telepon ditutup. LN-RUS

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sat Jun 29 , 2019
LiraNews.Com