Pengamat: Jika Polri Kalah Di Mahkamah Internasional Akan Memperburuk Citra Rezim Jokowi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com Pengamat politik Muhammad Huda mengatakan bahwa jika Mahkamah Internasional memproses laporan para tertuduh makar baik yang ditangkap jelang Aksi Belas Islam 212 maupun Aksis 313 membuat khawatir pihak kepolisian.

Menurutnya, di pengadilan internasional kemungkinan besar Kepolisian RI akan akalh dan dinilai keliru menerapkan pasal-pasal tindakan makar.

“Jika Polri kalah di Mahkamah Internasional akan memperburuk citra Pemerintahan Jokowi di mata internasional. Dunia internasional akan mengecam Rezim Jokowi yang represif, dan kepolisian akan dinilai telah diperalat kekuasaan,” ujar Huda kepada media.

Mengajukan polisi ke pengadilan internasional, katanya, karena para aktivis merasa sudah tidak ada lagi keadilan di dalam negeri.

Contohnya kasus Iwan Bopeng maupun segala yang berurusan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini menjadi terdakwa kasus penistaan agama.

“Kebanyakan tidak ada tindak lanjutnya, dan terkesan dibela kepolisian,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul meminta para pengacara makar mengajukan praperadilan terlebih dahulu.

Hal ini dikatakan menanggapi rencana Sri Bintang Pamungkas yang akan melaporkan kepolisian ke Mahkamah Internasional.

Martinus mempersilahkan pengacara makar melakukan gugatan ke Mahkamah Internasional silakan saja.

“Tapi kita patut sadari, kita ini negara hukum di mana warga negaranya juga diatur secara hukum. Ada baiknya bahwa pelaporan itu harusnya diuji melalui praperadilan bukan ke Mahkamah Intersional,” pungkas Martinus. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60