Pengamat Politk M. Qodari: Insya Allah, Partai Parsindo Dibawah Kepemimpinan HM Jusuf Rizal Bisa Lolos Jadi Peserta Pemilu

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022, Partai Parsindo menggelar Seri Diskusi Partai Parsindo Institute: Meneropong Figur Presiden 2024 Yang Dapat Menyelesaikan Masalah Bangsa” sekaligus Peluncuran Parsindo Institute.

Acara yang digelar di Media Center Partai Parsindo , Jl Pangeran Antasari 20, Cilandak, Jaksel, Jumat (20/5/2022), menghadirkan pengamat politik antara lain, Direktu Indobarometer, M. Qodari dan Dosen Unair Surabaya, Airlangga P. Kusman.

Read More
banner 300250

banner 300250

Dalam kesempatan itu, Pengamat Politik, M Qodari mengatakan, untuk bisa lolos ke parlemen, pertama dia harus bisa menyelesaikan menjadi peserta pemilu. Kedua membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Karena pengalaman selama ini tidak mudah bagi partai baru untuk bisa lolos di parlemen.

Menurutnya, Parsindo punya potensi karena Ketua Umum Parsindo, Drs. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, M.Si, pernah memegang Rekor Muri membangun LSM dengan cabang terbanyak di Indonesia.

“Jadi Insya Allah dengan kepemimpinan Pak Jusuf Rizal Parsindo bisa memenuhi syarat untuk menjadi peserta Pemilu. Tetapi, LSM itu tidak ikut Pemilu, tidak mengejar suara. Ini masuk dimensi baru untuk bisa mengejar suara.” ujar Direktur Indobaremeter itu, usai menjadi pembicara diskusi.

Jadi, menurut Qodari pekerjaan Jusuf Rizal sekarang ini lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya. Untungnya yang di Parsindo bukan hanya berasal dari Parsindo tapi juga dari Partai Berkarya, Hanura dll. “Itulah yang harus dioptimalkan oleh Pak Jusuf Rizal dkk,” katanya.

Qodari menjelaskan, yang dihadapi partai-partai dalam pemilu ada dua bagian, pertama supaya bisa lolos Pemilu, kedua bagaimana bisa membentuk jaringan seluas-luasnya untuk meraih suara. “Karena kalau tidak punya jaringan tidak bisa meraih suara. Oke, ada Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) bisa menjadi salah satu pintu masuk untuk bisa membuat jaringan seluas-luasnya.

Namun, dia mengingatkan jangan tergantung nama besar . “Kata kuncinya adalah membangun jaringan seluas-luasnya. Jangan puas bisa lolos peserta pemilu sesuai syarat administrative. Harus lebih dua kali lipat, bahkan lima kali lipat dari syarat administratif, baru punya potensi menembus menjadi peserta pemilu 2024 yang akan datang,” tuturnya.

Kekuatan jaringan ini, lanjutnya, yang tidak dimiliki partai-partai lain yang tidak lolos. Maka, Parsindo harus belajar bagaimana sulitnya PKP, Partai Berkarya tidak lolos walaupun jualan foto Pak Harto. “Apa yang membedakan antara Partai Berkarya dengan Nasdem? Karena Nasdem punya infrastruktur karena Bang Surya Paloh adalah tokoh Partai Golkar,” ungkapnya.

Untuk bisa lolos dapat suara, sarannya, mencoba melihat apa yang dilakukan Nasdem dari partai baru bisa masuk ke Parlemen.  “Saya berharap Parsindo bisa lolos menjadi peserta pemilu dan masuk ke Parlemen, dan menjadi pilar kemajuan bagi bangsa dan Negara,” imbuhnya.

Sedangkan narasumber Airlangga Pribadi Kusman Direktur Bidang Politik Jawa Timur menerangkan terkait persoalan meneropong Figur Presiden 2024 yang dapat menyelesaikan Bangsa ini, bahwa pengalaman dirinya sebagai seorang motivator melihat bagaimana figur presiden 2024 kedepan itu harus bisa mengatasi persoalan bangsa Indonesia,

Lanjutnya yakni bagaimana seorang figur Presiden itu harus bisa memulihkan perekonomian rakyat dab  menjaga tetitorial yang bisa menyatukan bangsa Indonesia yang penduduknya dikatagorikan  terbesar nomor 5 di dunia. Sehingga diharapkan ketimpangan yang saat ini masih terjadi masalah struktural hanya berputar pada kekuasaan oligarki.

“Menurut saya figur  Presiden 2024 mendatang adalah ketika salah urus diera saat ini kepemimpinan saat ini, tentunya calon presiden harus bisa menjawab ketidakadilan dalam bidang sosial dan ekonomi tanpa adanya basis politik oligarki power,” tandasnya.

Sebelumnya Ketum Partai Parsindo HM Jusuf Rizal mengatakan, bahwa bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang merupakan satu bentuk perjuangan kaum intelektual untuk bisa mensejajarkan generasi-generasi yang tidak mudah dilecehkan oleh bangsa asing.

“Kita juga yang hadir ingin membangkitkan semangat itu karena negeri ini harus bisa berdiri diatas kaki sendiri oleh generasi dan oleh anak bangsa sendiri,” ujar Jusuf Rizal.

Tentu, lanjutnya, pemikiran-pemikiran itu tidak hanya dalam bentuk retorika. Parsindo ingin mengimplementasikan dengan menghadirkan yang namanya Parsindo Institute.

“Lewat Parsindo Institute kita berharap ada pemikiran-pemikiran kritis termasuk narasumber-narasumber memberikan kajian-kajian sosial, demokrasi dan ekonomi,” terangnya.

Jusuf Rizal berharap kegiatan diskusi politik ini merupakan langkah awal kontribusi dari kehadiran Partai Parsindo untuk Indonesia. LN-RED

 

Related posts