Penyidik KPK Intimidasi Kusnadi, Keluarga Petani Bawang di Brebes

Advokat Ronny Talapessy

Jakarta, LiraNews.com – Advokat Ronny Talapessy menganggap ada indikasi pelanggaran oleh penyidik KPK Kompol Rossa Purbo Bekti ketika menjebak staf Hasto Kristiyanto, Kusnadi, untuk dilakukan pemeriksaan paksa dan penyitaan.

Dia berkata demikian dalam diskusi berjudul Menguak Motif Pemanggilan Sekjen PDI Perjuangan ke Polda dan KPK: Politisasi Hukum Era Jokowi? di Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2024).

Read More
banner 300250

“Kami menyayangkan bahwa ada kejadian yang menurut kami ini kejadian yang sangat memprihatinkan; lembaga yang kami percaya, lembaga yang kami hormati, tetapi dari cara menyita barang milik dari Saudara Kusnadi, menurut kami ini melanggar hukum. Ini tidak biasanya dan tidak lazim,” ujar Ronny.

Kusnadi memang menjadi sosok yang mendampingi Hasto selama menjalani pemeriksaan terkait kasus suap Harun Masiku di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin kemarin.

Kusnadi berada di lantai dasar ketika Hasto sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di sebuah ruang di Gedung KPK.

Namun, seseorang menggunakan topi dan masker yang belakangan diketahui sebagai Kompol Rossa, mendekat ke Kusnadi dengan alasan dipanggil Hasto.

Kusnadi rupanya tidak bertemu Hasto di lantai dua Gedung KPK dan yang bersangkutan malah diperiksa secara paksa serta barang bawaan disita.

Menurut Ronny, Kusnadi bukan objek pemeriksaan pada Senin kemarin dan hanya mendampingi Hasto sebagai seorang staf.

Dia mengatakan sosok Kusnadi bisa menjadi staf Hasto karena punya ideologi yang sama dengan PDI Perjuangan, lalu bergabung ke parpol berlambang Banteng moncong putih.

Kusnadi, kata Ronny, berprofesi sebagai petani bawang dari Brebes sebelum akhirnya memutuskan bergabung ke PDI Perjuangan.

“Saudara Kusnadi merupakan kader PDI Perjuangan, seorang petani dari Brebes, yang sudah lama di partai, menetap di partai, sehingga dipercaya oleh Sekjen untuk menampingi Sekjen. Diberikan kesempatan untuk menampingi Sekjen PDIP. Ini orang dari kampung. Dari Brebes. Teman-teman bisa nanti cek, ya, bahwa benar-benar dia ini kader dari bawah, petani bawang, teman-teman. Orang kecil yang memang berbakti kepada partai, punya ideologi yang kuat, sehingga bergabung PDI Perjuangan. Diberikan kesempatan sampai bisa mendampingi Mas Hasto,” kata dia.

Ronny mempertanyakan juga alasan penyidik KPK malah melucuti Kusnadi ketika mendampingi Hasto. Ponsel, uang, dan buku rahasia partai malah disita.

Terlebih lagi, pemeriksaan dan penyitaan terhadap Kusnadi dilakukan tanpa adanya kuasa hukum yang mendampingi.

“Jadi buat kami, pemahaman kami sebagai pengacara bahwa seorang saksi berhak untuk didampingi oleh pengacara. Ini KUHP yang mengatur,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *