Perbaiki Manajemen Pertamina, Alaska: Langkah Pertama Pecat Ahok

  • Whatsapp
PT Pertamina dirundung Apes
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran yang terdiri dari CBA dan Lembaga Kaki Publik menyebut nasib PT. Pertamina sangat apes dan terpuruk.

Koordinator Alaska, Adri Zulpianto, membeberkan tiga masalah di Perusahaan Pertamina hingga apes.

Read More

banner 300250

Apesnya Peryamina ini, Pertama, tentang Kerugian PT. Pertamina pada semestar satu 2020 yang sampai US$ 767,92 juta atau sekitar Rp 11,33 triliun.

Kedua, jelas Adri, tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba tiba Pertamina terhempas dari Fortune Global 500.

Dan ketiga, Adri menyebut penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menduduki kursi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

“Kemudian apesnya Pertamina semakin parah, ketika pihak manajemen perusahaan berusaha untuk mencari-cari alasan mengapa Pertamina bisa merugi,” jelas Adri, Rabu (9/9/2020).

Dikatakan Adri, ada tiga alasan yang mereka kambing-hitamkan, yaitu Penurunan Penjualan, Fluktuasi Rupiah terhadap Dolar AS, Dan Melemahnya Harga Minyak Mentah Dunia.

Tetapi bagi Alaska, kata Adri, alasan apapun yang diberikan Pertamina tidak bisa diterima begitu saja. Karena dalam hitung-hitungan bisnis, Pertamina tidak mungkin rugi.

“Saat itu harga BBM internasional sedang anjlok turun tapi harga jual BBM kepada rakyat tetap tinggi atau tidak mengalami penurunan sepersenpun,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, yang termasuk bikin Pertamina terlihat tambah kacau adalah tentang pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komut (Komisaris Utama).

Apalagi pengangkatan Ahok ini banyak melanggar peraturan yang dibuat oleh kementerian sendiri, seperti Permen BUMN No.01/2011 tentang Penerapan GCG, Permen BUMN No.02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan Pengangkatan Komisaris BUMN, dan UU BUMN No.19/2003.

“Kemudian dari penjelasan diatas, kami dari Alaska (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) menilai bahwa kerugian Pertamina ini jelas jelas karena mismanajemen dalam internal Pertamina sendiri,” tegasnya.

Maka untuk itu, Adri atas nama Alaska meminta kepada Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera memperbaiki manajemen Pertamina.

“Dan langkah pertama, yang harus dilakukan adalah untuk segera memecat Ahok dari jabatan komisaris utama Pertamina,” tuntas Adri Zulpianto Koord. Alaska.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60