Peringatan Harlah Pancasila, Sekjen PBNU: Pancasila Merupakan Konsensus Kebangsaan Final

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Nahdlatul Ulama (NU) memiliki komiten kuat dan perhatian yang lebih dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.

Ini penting, sebab bagi NU prinsip yang dipegang adalah segala ikhtiar untuk mengawal, melestarikan, dan mempertahankan Pancasila sebagai falsafah bangsa, dasar negara, dan konsensus nasional patut didukung dan diapresiasi di tengah ancaman ideologi transnasionalisme yang merapuhkan sendi-sendi keutuhan bangsa dan persatuan nasional.

Read More

banner 300250

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini kepada para awak media dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/5/2021).

Helmy mengungkapkan, dalam sudut pandang NU, jelas memandang Pancasila merupakan konsensus kebangsaan yang bersifat final.

“Pada Musyawarah Nasional Alim Ulama di Situbondo tahun 1983 dan dikukuhkan dalam Muktamar ke-27 NU di Situbondo tahun 1984, NU memutuskan bahwa Tidak ada pertentangan antara Islam tengan Pancasila,” kata Helmy.

Helmy Faishal Zaini menjelaskan, Pancasila juga hendaknya didudukkan sebagai philosophische grondslag yang berarti falsafah dasar yang menjadi pedoman untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Tujuannya jelas untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” papar Helmy.

Lebih lanjut, Helmy pun menghimbau, momentum hari lahir Pancasila harus dijadikan sebagai warhana untuk terus berpikir positif, berlaku positif dan bergerak secara positif.

“Hal ini agar kita semua dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Helmy Faishal Zaini. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60