Perjalanan Alumni Pecinta Alam SMA 68 Jakarta ke Annapurna Base Camp Nepal

  • Whatsapp
banner 468x60

Nepal, LiraNews – Annapurna Base Camp (ABC) yang terletak di Nepal, merupakan jalur pendakian gunung kedua terpopuler setelah Everest. Karena pada umumnya para traveler akan memilih gunung ini untuk didaki setiap tahunnya jika mengunjungi Nepal.

Banyak pendaki dari penjuru dunia berangan agar bisa menjajal jalur pendakian yang berada di dalam kompleks Himalaya ini, tak terkecuali dengan traveler asal Indonesia.

ABC dikenal sebagai jalur pendakian yang relatif ramah meski jarak tempuhnya sangat panjang yakni antara 60 hingga 80 Kilometer, tergantung dari jalur yang dipilih.

Beberapa waktu yang lalu, empat orang alumni dari klub pecinta alam SMA 68, Elpala angkatan 5 Gemuruh Hilir, yang terdiri dari Arif Mansjoer, Muhammad Zaki, Oskar Kurniawan, dan Yoke Widaya, melakukan perjalanan panjang di kawasan konservasi Annapurna (Pegunungan Himalaya) Nepal.

“Perjalanan dimulai dari desa terdekat Ghandruk selama 4 hari dan tiba di Annapurna Base Camp (ABC) Kamis sore, 14 November 2019,” ujar Arief Mansjoer, Rabu, (20/11/2019).

Annapurna Base Camp (4130 m dpl), jelas Arief, adalah tempat perhentian (basecamp) yang sering menjadi tujuan pendaki mancanegara yang terletak di kaki gunung Annapurna South (7219 mdpl) dan Annapurna III (7555 mdpl) di Nepal.

“Setelah bermalam di ABC, rombongan berjalan kembali selama 3 hari hingga tiba di kota terdekat Pokhara,” terang Arief yang berprofesi sebagai dokter RSCM Jakarta.

Arief dan kawan-kawan merasa senang karena setelah 30 tahun impian untuk mendaki Himalaya dapat terwujud, dan ternyata mereka masih kuat mendaki gunung selama 7 hari, terlebih mereka telah menjadi sahabat perjalanan yang kompak dari dulu hingga kini.

“Kami memilih gunung ini karena merupakan bagian dari Pegunungan Himalaya karena sesuai dengan kemampuan, baik waktu, dana, dan fisik,” ungkap Yoke Widaya.

Untuk melakukan pendakian ini mereka mempersiapkannya selama 8 bulan, seperti latihan fisik dengan melakukan pendakian ke Gunung Papandayan, Gunung Prau, Gunung Gede, dan trail running di Sentul.

“Selain itu kami melakukan latihan fisik mandiri, lari seminggu 2-3 kali. Medical check up, mempelajari pengalaman orang lain di medsos, melakukan komunikasi dengan guide lokal, serta melakukan pertemuan dan briefing rencana perjalanan dengan melibatkan keluarga,” ucap Yoke Widaya.LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60