Perjuangkan Kesejahteraan Atlet, Komisi X DPR RI Usul 2,5 Persen APBN Untuk Olahraga

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyatakan pihaknya telah memiliki formula dalam revisi UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) terutama mengenai isu kesejahteraan atlet.

“Itulah mengapa kita munculkan wacana kesejahteaan atlet ini untuk masuk ke dalam substansi UU kita dalam rangka revisi itu. Kami telah mencantolkan semangat itu di dalam afirmasi budget untuk olah raga,” kata Huda dalam Diskusi Forum Legislasi DPR RI Bertema: “Masa Depan Atlet Nasional dalam RUU SKN” di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (21/9/2021).

Read More
banner 300250

Huda menyatakan, Komisi X DPR RI mengusulkan 2,5% dari APBN untuk olahraga.

“Banyak yang salah paham ini terkait dengan reformasi 2,5% ini, padahal semangatnya hanya masa transisi, kita butuh akselerasi, butuh percepatan untuk menciptakan ekosistem dunia olahragaan ini secepat-cepatnya.

Huda menjelaskan, DBON (desain besar olahraga Nasional -red) dapat maknai bagian dari akselerasi menuju penciptaan ekosistem nasional, mulai dari hulu sampai hilir nya, mulai pembinaannya bahkan sebelum pembinaan, mulai rekrutmennya yang jelas, dan seterusnya.

“Dalam rangka itu dalam masa transisi penciptaan ekosistem yang bagus ini, ini butuh keterlibatan dominan pemerintah bentuk komitmen dari komitmen real dari keterlibatan pemerintah dalam rangka penciptaan akselerasi atau percepatan penciptaan ekosistem dunia-dunia olahraga ini,” terang politisi PKB ini.

Menurut Huda, supaya DBON cepat terealisasikan, maka hal tersebut tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada swasta, tidak bisa juga diberikan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

“Atas inisiatif dan prakarsanya dan kita setuju itu terus kita hidupkan, tapi kami membayangkan transisi ini dominan ditaxeover oleh pemerintah, caranya apa, komitmen pemerintah afirmasi 2,5% anggaran dari APBN,” ujar Huda.

Huda menilai, kalau dirasa 5 tahun atau 7 tahun sudah terjadi proses transisi, hal ini sudah matang. Ekosistem sudah terbentuk bagus maka tidak perlu ada lagi anggaran sebanyak 2,5% untuk olahraga.

“Jadi semangatnya tidak selamanya 2,5% itu, 2,5% afirmasi dari APBN ini semangatnya untuk percepatan, penataan, konsolidasi olahraga nasional kita, 10 tahun atau bahkan sebelum 10 tahun, sudah tidak perlu lagi ada afirmasi 2,5%,” tutur Huda.

Huda mengungkapkan, dari 2,5% anggaran olahraga itu, akan diperuntukkan mengenai isu kesejahteraan atlet di dalamnya, termasuk mungkin salah satunya adalah menyangkut soal dana pensiun bagi para atlet.

“Jadi sekali lagi semangatnya adalah untuk percepatan di masa transisi, kalau Industri olahraganya sudah bagus dan berjalan udah ga usah lagi,” beber Huda. LN-RON

Related posts