Pernyataan Sikap Alumni Itb Terkait Pembacokan Hermansyah

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Depok, LiraNews.com – Menanggapi peristiwa aksi brutal pembacokan pakar telematika ITB, Hermansyah yang juga seorang aktifis demokrasi di jalan tol arah Depok, Alumni ITB menyatakan sikap.

“Mengutuk tindakan biadab dan pengecut yang dilakukan oleh orang/sekelompok orang tidak bertanggung jawab,” tegas Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta, Abdi Munif.

Pihaknya mendesak Aparat Kepolisian untuk mengusut kasus ini secara profesional dan transparan serta segera menangkap pelakunya.

Menurutnya, penyerangan terhadap aktifis demokrasi, jika tidak dituntaskan dengan cepat dan jelas akan menjadikan suatu bentuk teror baru bagi demokrasi.

“Kami meminta Komnas HAM untuk turun tangan mengawasi kasus ini,” ujarnya.

Sebelumnya rekan Hermansyah, Teuku Gandawan menyatakan, kondisi Hermansyah cukup stabil setelah menjalani operasi pembersihan luka dan jahitan selama kurang lebih 2,5 jam.

“Terima kasih atas semua doa dan simpati atas penyerangan terhadap rekan Herman Saya. Alhamdulillah kondisi yang bersangkutan cukup stabil setelah menjalani operasi pembersihan luka dan jahitan selama kurang lebih 2,5 jam,” katanya.

Dia berharap, semoga pihak Polri bisa segera menangani tindakan kriminal yang cukup brutal ini. Walau TKP berada di sekitar tol Halim yang merupakan wilayah Polres Jaktim, terima kasih kepada pihak Polres Depok yang turut hadir di RS Hermina Depok untuk mencari keterangan lebih jauh.

Mobil yang dipakai saat kejadian juga sudah diperiksa dengan cermat oleh Tim Inafis.

“Perlu saya koreksi, ada beredar foto-foto yang cukup mengerikan tentang seseorang yang tangan kanannya banyak tersayat-sayat, bisa saya konfirmasikan itu bukan Herman. Kondisi Herman sendiri lebih banyak luka di sisi kiri. Luka ada di atas kuping kiri, leher bagian kiri, lengan kiri, siku bawah kiri dan pergelangan tangan kiri,” terangnya.

Dia juga ingin mengajak kita semua agar tidak terjebak dengan mencari motif dari penyerangan.

“Saya ingin Polri fokus kepada telah terjadi penyerangan dengan menggunakan senjata tajam secara brutal kepada Herman yang diduga dilakukan oleh 4-5 orang dari 2 buah mobil,” imbuhnya.

Untuk itu dia mengharapkan, Polri harus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menangkap para pelaku. Di titik lokasi kejadian ada tiang CCTV. Dan ada banyak kamera CCTV lainnya di ruas jalan tol terkait.

Waktu kejadian sangat terbatas dan jumlah kendaraan beredar juga tidak banyak. Harusnya bukan perkara rumit untuk segera mengidentifikasi para pelaku.

Setelah pelaku tertangkap barulah sebaiknya dicari tahu apa motif dari penyerangan. Apakah murni ketersinggungan kebablasan sesama pengguna lalu lintas atau ada motif lain yang lebih rumit dan busuk.

“Semoga rekan Herman bisa segera pulih. Mohon doanya. Terima kasih,” pungkasnya. LN-JMP

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Jul 10 , 2017
LiraNews.Com