Pilkada Luwu: Lira Institute Sebut Peluang Selatan-Selatan Menangkan Pilgub Luwu

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Luwu, LiraNews.com – Pilkada Luwu terbilang semarak dengan hadirnya bakal calon atau kandidat yang akan menguji kemampuan dan peluang untuk menjadi orang nomor wahid di Kabupaten bergelar Bumi Sawerigading hingga puluhan orang.

Bahkan akhir – akhir ini diramaikan baliho maupun banner bakal calon, disamping itu beberapa lembaga survey juga sudah melakukan potret awal seperti apa pergolakan politik di Kabupaten yang memiliki potensi pemilih hingga dua ratus ribuan jiwa.

Demikian pula sebuah lembaga riset yang merupakan lembaga otonom LSM LIRA, Lira Institute dalam meneropong geopolitik Pilkada di Kabupaten Luwu, Kabupaten yang terpisah menjadi dua bagian, Utara dan Selatan yang secara administrasi masih satu wilayah.

Menurut salahsatu juru bicara wilayah Sulsel, Ishak Yswandi bahwa bingkai Pilkada Luwu agak sedikit berbeda karena dipisahkan kota Palopo. Sehingga setiap kandidat selalu berhitung utara selatan padahal sesuatu itu bisa saja berubah bila menghitung jumlah pemilih di dua wilayah tersebut.

“Lembaga kami menganggap sesuatu pemisahan oleh kandidat wajar saja asal tidak larut dalam pesimistis,” ujar Iccang sapaan Ishak Yswandi diawal perbincangan saat ngopi santai di warkop Studio di bilangan jalan Kakaktua.

Sebab, menurutnya, wilayah Utara meliputi Walenrang, Walenrang Utara, Walenrang Barat, Walenrang Timur, Lamasi dan Lamasi Timur (Walmas) dibandingkan Selatan tentu sangat berbeda jauh bahkan capai tiga kali lipat jumlah pemilih Selatan.

“Di sana (Walmas), ada sekitar 25 persen pemilih atau dalam hitungan kasarnya sekitar 60 ribuan pemilih. Bila kandidat maju minimal 3 maka akan terbagi habis. Sementara Selatan sekitar 200 ribuan yang bila calon Selatan Selatan bergerak bagus maka akan berpotensi menang kalahkan kandidat Selatan Utara maupun Utara Selatan,” bebernya.

Namun Iccang kembali menerangkan semua kembali ke kerja kandidat bersama tim. Segala kemungkinan bisa saja terjadi sebab politik itu cair dan dinamis.

“Menjadi kandidat perlu fokus dan terarah serta terukur kerja-kerjanya utamanya tim agar hasil membanggakan,” tutup Iccang usai menyambut pimpinan pusat di Makassar. LN-IDE

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Wed Apr 12 , 2017
LiraNews.Com