Pilkada Surabaya, PDIP Sandingkan Kader Internal dan Sosok Eksternal

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, Jurnas.com – Kandidat jagoan yang akan bertarung melawan Machfud Arifin di Pilkada Kota Surabaya hingga kini masih menjadi teka-teki.

Apalagi PDI Perjuangan sebagai parpol yang sudah 20 tahun menang di Surabaya, hingga kini belum menetapkan siapa calon penerus Tri Rismaharini sebagai wali kota.

Read More

banner 300250

Ketika didesak wartawan, Sekjen PDI Perjuangan memberi sedikit bocoran, bahwa PDIP mengutamakan kader internal untuk diusung sebagai calon kepala daerah.

Sebagai penguasa di Surabaya selama 20 tahun, jelas Hasto, PDIP ibarat dikepung dalam Pilkada Kota Surabaya, karena delapan partai telah melabuhkan dukungan kepada Machfud Arifin.

“Dalam perspektif ideal, partai terus mendorong kader internalnya sebagai skala prioritas untuk dicalonkan dan itulah tujuan berpartai,” kata Hasto, Rabu (26/8/2020).

Ia menjelaskan, partai politik bertujuan mendorong anggota kader yang telah dididik, telah mengikuti proses kaderisasi, telah melakukan penugasan partai, dan mereka teruji, kemudian dicalonkan di tempat-tempat yang strategis.

Meski demikian, Pilkada adalah pemilunya rakyat sehingga partai akan mendengarkan dan melakukan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, turun ke masyarakat, dan melakukan survei politik.

“Dari situlah kita tahu apa yang menjadi impian dari rakyat terhadap sosok pemimpin untuk kota Surabaya yang akan menggantikan Ibu Risma yang telah menjabat dua periode,” papar Hasto.

Ia menyebut, yang akan diusung PDIP adalah perpaduan antara kader internal dan non kader. Perpaduan antara internal-eksternal atau eksternal-internal.

“Keputusan sudah diambil dan tinggal menunggu moentum tepat untuk hal tersebut,” tandas Hasto.

Pilwakot Surabaya rencanannya akan diumumkan pada Pengumuman Cakada PDIP gelombang ke-IV. Sejumlah nama tengah digodok di DPP PDIP, yang menguat kini adalah wakil walikota Whisnu Sakti Buana yang juga kader PDIP.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60