Pilkades Mopu Kecamatan Bukal Tertunda, Ini Persoalannya…

Gravatar Image
  • Whatsapp

Buol, LiraNews – Pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa yang taat asas sangat penting dan menentukan, karena akan akan menentukan legitimasi serta penerimaan masyarakat terhadap Kepala Desa sebagai Kepala Pemerintahan sebuah Desa.

Kades adalah pemimpin sekaligus penyelenggaraan Pemerintahan Desa, juga sebagai pemimpin masyarakat dalam menyelenggarakan Pemerintahan Desa. Kades berwenang melaksanakan pembangunan Desa, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan
masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Read More
banner 300250

Ada problem ketika pemilihan kepala Desa tidak jelas kapal digelar. Seperti pada Pemilihan Kepala Desa Mopu, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol Sulawesi Tengah di tunda, sementara jumlah masyarakat yang punya hak suara di Desa Mopu mencapai 620 jiwa, Sabtu (16/10/2021)

Seorang tokoh masyarakat Desa Mopu yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada liranews.com mengatakan, dalam proses pilkada awalnya sudah ada delapan orang bakal calon, kemudian satu calon tidak lolos dan tidak terproses berkasnya.

Ada juga dua bakal calon,yang satu petahana inisal (MR) terkendala dengan laporan pertanggung jawaban akhir masa jabatannya, dan tidak mendapatkan rekomendasi oleh BPD desa setempat.

Merujuk pada pasal 7 ayat 1dan 2 Peraturan Daerah Kabupaten Buol Nomor  1 tahun 2021 tentang Tata Cara Pemilihan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Dan yang kedua bapak inisial (SD) diloloskan verifikasi berkasnya sampai panitia kabupaten.

Dalam seleksi kabupaten ada 4 poin yang dirankingkan untuk pembobotan:

1. Ijasah pendidikan
2. pengalaman kerja
3. Umur
4. Tes elektronik (sistem komputer)

Dan dari hasil tersebut, ada 5 calon yang ditetapkan. Yakni:
1. Hasanudin
2. Junaedi
3. Idris Ja’far
4. Rusli.D
5. Rusli Ragalutu

Sementara itu, Camat bukal Budianto saat dihubungi liranews.com menjelaskan di sidang kabupaten yang berkeberatan dua bakal calon, kesimpulannya.

“Ini keteledoran dan kelalaian panitia, pada tahapan pemberkasan peruntunan nilai a/n Samsudin Da’i.Seharusnya nilai untuk tahapan SMA, berarti harus mendapatkan nilai 50.¬† Kenapa tetapi dinilai dengan Panitia dengan jumlah 25 jadi yang bersangkutan merasa dirugikan,” ungkapnya.

Sedangkan yang petahana, mengenai LKPPD nya sudah dipenuhi, maka sudah diberi rekomendasi,’ ucap camat.

Camat Bukalmembenarkan bahwa salah satu kandidat yang tidak memiliki ijasah, cuman keterangan lulus. “Panitia lalai kalau memang mau di gugurkan dia,Dia gugur kan di pemberkasan. Ini lolos kan sampai ujian di kabupaten,” jelas pak Camat .

Panitia tidak membuat tata tertib yang membuat mereka punya kebijakan tidak bisa dibeckup. Padahal seharusnya bikin tata tertib panitia. “Jadi panitia lalai,” ungkap Pak Camat.

Ia mengatakan justru soal keamanan, bisakah kita jamin dengan tuntutan di lakuakan dua orang itu, karena mereka merasa benar.

“Maka di lakuakan penundaan. Jadi setelah Pilkades 4 desa ini, langsung juga dilakukan Pilkades Desa Mopu. Kira-kira paling lambat Desember sampai Januari, bukan ditiadakan tetapi ditunda beberapa bulan. Paling lambat tiga bulan, keputusan panitia kabupaten,” ujarnya.
Sementara di lain waktu pihak media ini mencoba menghubungi melalui whatsapp/via telfon panitia kabupaten dalam hal ini Bapak Suondo Asisten Satu. Tapi belum ada tanggapan. (FG-LN)

Related posts