PKS Desak Pemerintah Tegas Hadapi Freeport

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Wakil Ketua Fraksi PKS (F-PKS) Bidang Industri dan Pembangunan Mulyanto mendesak Pemerintah tegas menghadapi PT. Freeport Indonesia (PTFI) dalam hal pembangunan smelter.

Mulyanto menjelaskan, smelter adalah fasilitas pengolahan sisa bahan tambang untuk mengurai berbagai material yang ada di dalamnya.

Read More

banner 300250

“Pembangunan smelter ini diperlukan untuk mendapat nilai tambah dari material sisa tambang yang selama ini diekspor oleh perusahaan tambang,” kata Mulyanto kepada para wartawan, Kamis (29/10/2020).

Berdasarkan UU Minerba yang baru, ujar Mulyanto, PTFI wajib membangun smelter paling lambat tiga tahun sejak UU Minerba itu diberlakukan.

“UU Minerba yang baru disahkan pada tahun 2020 maka paling lambat pada tahun 2023 PTFI harus sudah selesai membangun smleter, tapi hingga kini, progresnya sangat minim, minta mundurkan jadwal,” ungkapnya.

Mulyanto meminta, Pemerintah tidak lagi memberi toleransi kepada PTFI dalam hal pembangunan smelter sebagai syarat perpanjangan operasional Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Mulyanto menambahkan, jika hingga tahun 2023 PTFI tidak juga selesai membangun smelter sesuai ketentuan, maka menurut perundangan haram hukumnya ekspor konsentrat oleh PTFI.

“Saya menilai PTFI hanya bikin gaduh dan memaksakan kehendaknya untuk menghindari UU Minerba dan kesepakatan saat diberikan izin usaha penambangan khusus (IUPK). Ini niat yang tidak baik. Karena itu Pemerintah harus tegas menolaknya. Jangan lembek, apalagi mau didikte oleh PTFI,” tegas anggota Komisi VII DPR RI ini.

Mulyanto menghimbau, kali ini Pemerintah jangan mau membuka pintu negosiasi alias tawar-menawar bersekongkol untuk bersama-sama melanggar UU.

Mulyanto menilai, PTFI tidak punya itikad baik dalam mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Sedikitnya sudah dua kali PTFI melanggar target waktu yang ditentukan. Modusnya sama, merasa menghadapi banyak kendala yang membuat mereka sulit merealisasikan pembangunan smelter sesuai target. Kemudian minta pemakluman dari Pemerintah,” tutur anggota Baleg DPR RI ini.

“Tahun ini juga begitu. Alasannya terkendala pandemi Covid 19. Bagi saya ini alasan yang dicari-cari untuk dapat menghindar dari kewajiban,” lanjut Mulyanto.

Mulyanto pun meminta kali ini Pemerintah harus lebih tegas. Pemerintah harus punya keinginan kuat menegakkan UU Minerba.

“Sekiranya PTFI tidak dapat memenuhi target pembangunan smelter, maka sudah selayaknya Pemerintah melarang ekspor konsentrat tembaga perusahaan asal Amerika tersebut,” tukasnya.

“Jangan sampai ada oknum Pemerintah yang main mata dengan perusahaan tambang ini. Saya rasa KPK perlu ambil tindakan,” pungkas legislator asal Dapil Banten 3 ini.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60