PKS Minta Pemerintah Naikkan Subsidi Gas Melon 3 Kg Tahun 2022

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI meminta pemerintah menaikan besaran subsidi gas melon 3 kg di tahun 2022 mendatang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua F-PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Mulyanto kepada para jurnalis, Sabtu (5/6/2021).

Read More

banner 300250

Mulyanto mengusulkan pemerintah menyediakan subsidi sebesar 7,5 hingga 8,0 juta metrik ton dari yang direncanakan Pemerintah sebesar 7,4 hingga 7,5 metrik ton.

“Berdasarkan pengamatan lapangan, menurut saya masih banyak masyarakat miskin yang belum menerima gas melon 3 kg subsidi ini. Belum lagi harga yang mereka harus bayar masih jauh lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Mulyanto.

Menurut Mulyanto, penyebabnya ditengarai karena ada penyimpangan penyerapan oleh mereka yang tidak berhak.

Mulyanto memaparkan, data subsidi gas melon 3 kg tahun 2020 terserap sebesar 7,14 juta metrik ton, sedangkan untuk tahun 2021, APBN menganggarkan subsidi gas melon 3 kg sebesar 7,5 juta metrik ton, yang diperkirakan terserap lebih dari 95 persennya.

“Sebenarnya, kebutuhan masyarakat lebih dari itu kalau kuota ini dibuka. Terbukti dengan munculnya isu kelangkaan dan melonjaknya harga gas melon 3 kg di lapangan,” imbuh anggota Komisi VII DPR RI ini.

Karenanya, saran Mulyanto, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM harus meningkatkan sistem pengawasan barang bersubsidi (barang dalam pengawasan) ini.

“Kalau memang serius ingin menata pengelolaan subsidi gas melon 3 kg,” tegas Mulyanto.

Mulyanto menghimbau, kuota perlu ditingkatkan agar tidak ada lagi kelangkaan gas melon 3 kg di masyarakat.

“Usulan kami volume subsidi gas melon 3 kg tahun anggaran 2022 sebesar 7.50 – 8.00 juta metrik ton,” ungkap Mulyanto.

Mulyanto mengungkapkan, F-PKS DPR RI sangat mendukung pemberian subsidi yang tepat sasaran bagi mereka yang tidak mampu, karena berbagai anggaran subsidi yang telah digulirkan masih dibutuhkan masyarakat.

“Apalagi kondisi pandemi Covid-19 masih belum berakhir dan ekonomi masyarakat masih belum pulih,” tukas Mulyanto.

Lebih lanjut, Mulyanto mengaku, dirinya tidak sepakat dengan pandangan, subsidi untuk masyarakat itu hanya pemborosan, karenanya secara bertahap harus dihapuskan.

Legislator asal Dapil Banten 3 ini mengingatkan, justru saat ini pemerintah harus selalu memberikan pemihakkan kepada mereka yang tidak mampu, yakni mereka yang terpinggirkan akibat proses pembangunan yang belum ideal.

“Sesuai dengan Sila Kelima, Pancasila, pembangunan mestinya mampu memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Mulyanto.

Untuk diketahui, dari data Kementerian ESDM, subsidi energi untuk tahun 2022 diusulkan sebagai berikut: subsidi solar sebesar 14,34 -15,10 juta kilo liter; subsidi minyak tanah sebesar 0,46 -0,48 juta kilo liter; subsidi listrik sebesar 39,50 – 61,83 triliun Rupiah; sedang subsidi gas melon 3 kg sebesar 7,40 –7,50 juta metrik ton. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60