Polda Metro Jaya Kembali Rekontruksi Kasus Pembunuhan Berencana Oleh John Kei

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan, Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya Kembali melaksanakan rekontruksi kasus rencana pembunuhan berencana yang dilakukan oleh John Kei dan anak buah terhadap anak buah Nus Kei, Senin (6/7).

Lokasi dilakukan disejumlah tempat seperti Kelapagading, Jakut, Arcici, Sport Center Cempaka Putih, Jakpus, Perumahan Tytyan, Bekasi Kota, Jabar dan Mapolda Metro Jaya (pengganti lokasi pembunuhan di Kosambi, Cengkareng, Jakbar).

Untuk di Mapolda Metro Jaya disaksikan oleh sejumlah jaksa Kejati DKI yang nantinya bertugas sebagai jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus ini

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menerangkan, penyidik menemukan fakta baru yakni John Kei memberikan uang Rp10 juta yang digunakan untuk operasional.

“Ada fakta baru yaitu JK (John Kei) memberikan uang Rp10 juta untuk operasional. JK bilang habisi bagi penghianat,” kata Yusri kepada wartawan yang didampingi Wadirkrimum, Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/7).

Rekonstruksi tersebut, polisi memperlihatkan bagaimana para anak buah John Kei berkumpul sebelum aksi penyerangan terjadi Minggu (21/6/2020) lalu.

Tersangka Daniel terlihat menyampaikan perintah dari sang bos kepada rekan-rekannya di lokasi tersebut.

“Untuk adegan ke-14 ini tersangka Daniel meneruskan perintah dari John Kei untuk para tersangka melakukan pembunuhan kepada Nus Kei,” kata salah satu penyidik dalam membacakan rekonstruksi.

Dalam rekonstruksi ini, pelaku Daniel diperintahkan untuk menculik Nus Kei dengan mobil Toyota Fortuner yang telah disiapkan.

Pelaku lainnya Arnol memberikan senjata tajam berupa golok hingga tombak kepada pelaku lainnya.

“Kemudian Arnol saya melakukan pembagian senjata tajam, dan tombak besi yang sudah diruncingkan ke tersangka lainnya,” jelas penyidik.

Adegan lain, pelaku Daniel sempat memberikan senpi kepada pelaku lainnya untuk digunakan melakukan penyerangan terhadap Nus Kei.

Daniel juga memberikan pesan kepada rekannya-rekannya agar tidak ragu untuk menggunakan senjata bila ada yang menghalangi aksi mereka

“Pegang buat jaga-jaga, jika ada apa- apa,” tegasnya lagi.

Selanjutnya, para tersangka berangkat dengan menggunakan sejumlah mobil untuk lokasi target yaitu Green Lake City di Cipondoh, Kota Tangerang dan daerah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam penyerangan dikediaman Nus Kei di Green Lake, para pelaku melakukan perusakan yang membuat istri Nus Kei ketakutan dan memilih melarikan diri.

Pelaku juga sempat menabrak gerbang perumahan yang melukai satpam dan melepaskan tembakan sebanyak 7 kali yang melukai jempol kaki seorang driver ojek online (ojol).

Akibatnya, satu orang petugas sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah John Kei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki.

Disisi lainnya, penyerangan di Cengkareng menyebabkan satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya empat jari tangannya putus terkena sabetan senjata tajam.

Sementara itu, kuasa hukum John Kei, Isti Novianti, mengajukan surat permohonan ke Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Idham Aziz terkait kliennya. Dalam isi surat tersebut, ia meminta perlindungan hukum.

“Isi surat itu kami minta pertemuan dengan Pak Jokowi, kami minta perlindungan hukum agar tidak ada pihak yang intervensi baik di kepolisian atau pengadilan,” katanya disela-sela rekontruksi,pada Senin (6/7).

Ia menjelaskan pihaknya akan mengantarkan surat itu langsung ke Jokowi dan Idham.

“Mudah-mudahan Pak Jokowi dapat menerima dengan baik surat kami dan proses rekonstruksi ini berjalan dengan baik,” ujar Isti di sela-sela rekonstruksi John Kei.

Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita barang bukti berupa 28 tombak, 24 senjata tajam, 2 ketapel panah, 3 anak panah, 2 stik bisbol dan 17 ponsel.

Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60