Polda Metro Tangkap WN Nigeria dari Sindikat Narkoba Internasional.

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Seorang WN Nigeria beriniisial FUO tidak berkutik setelah ditangkap penyidik Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya karena diduga bagian dari sindikat narkoba internasional.

Petugas menyita barang bukti narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 5.385 yang diselundupkan kedalam paket asal Jerman melalui Kantor Pos Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (16/4) lalu.

Read More

banner 300250

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, pelaku berinisial FUO ditangkap kediamannya di Apartemen Northern Park Residence, Lantai 11, kamar 11 CS, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (16/4) sekitar pukul 12.30.

“Kasus ini terungkap berdasarkan informasi yang masyarakat, dimana ada kiriman paket mencurigakan di Kantor Pos Pademangan, Jakarta Utara,” kata Yusri kepada wartawan yang didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juarsa di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/4). Pil Ineks tersebut berkualitas bagus.

Yusri menuturkan, petugas juga mengamankan seorang wanita berinisial V ketika mengambil paket berisi 5.385 di Kantor Pos Pademangan, Jakarta Utara.

“Lalu tim sempat mengamankan seorang perempuan bernama V yang telah mengambil 1 paket kardus itu dari kantor pos di daerah Pademangan Timur, Jakarta Utara,” ujar Yusri.

Yusri mengatakan, kepada petugas tersangka berinsial V mengambil paket berisi pil ekstasi atas perintah dari tersangka berinisial FUO. Atas laporan itu, petugas lalu meringkus FUO

“Kasus ini dikembangkan dengan Control Delivery. Pada hari yang sama V didampingi anggota mengantar paket tersebut ke tempat tinggal FUO di Apartemen Northern Green Lake, Sunter, Jakarta Utara,” ungkap Yusri.

“Dan berhasil dilakukan penangkapan terhadap FUO, warga asing asal Nigeria tersebut,” lanjut Yusri.

Yusri menegaskan, kepada petugas pelaku mengaku pil haram tersebut milik Brother yang bermukim di Jerman. Pil ekstasi itu disuruh diedarkan di Jakarta.

“Tersangka FUO mengaku ia yang menyuruh V untuk menjemput paket tersebut di Kantor Pos,” pungkas mantan Anjak Divisi Humas Polri ini.

Akibatnya, pelaku berinisial FUO dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun hingga hukuman mati. LN-SAP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60