Polisi Tahan Lebih dari 1.000 Orang Dalam Aksi Protes di Moskow

  • Whatsapp
banner 468x60

Moskow, LiraNews — Polisi Rusia menangkap lebih dari 1.000 orang dalam aksi unjuk rasa di Moskow, Sabtu (27/7). Penangkapan ini merupakan salah satu yang terbesar terhadap oposisi penantang kekuasaan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam demonstrasinya, anggota oposisi menuntut agar diizinkan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan lokal. Pihak berwenang telah menyatakan itu ilegal dan petugas berusaha untuk menghalangi partisipasi mereka.

Foto : Washingtonpost

Nyanyian “Rusia tanpa Putin” dan “Putin mengundurkan diri” bergema di Moskow tengah. Para penjaga yang mengenakan pakaian anti huru hara, memukul mundur para demonstran dengan pentungan. Para pengunjuk rasa ditahan secara kasar.

Setidaknya seorang wanita dan satu pria menderita luka kepala yang serius. Unjuk rasa tersebut menunjukkan bagaimana para aktivis, terutama orang-orang muda tetap bertekad menuntut sistem politik Rusia yang lebih terbuka.

Foto : CNN

Pemimpin oposisi yang dipenjara, Alexei Navalny, menyerukan protes untuk membujuk para pejabat agar mengizinkan kandidat oposisi maju dalam pemilihan 8 September mendatang.

Jajak pendapat di masa lalu telah menunjukkan dukungan untuk Navalny, seorang pengacara dan aktivis anti-korupsi. Para pendukung mencatat dia memenangkan hampir sepertiga suara dalam pemilihan Wali kota Moskow pada 2013.

Meski demikian peringkat persetujuan Putin masih tinggi di lebih dari 60 persen. Jumlah itu lebih rendah daripada yang biasanya terjadi, karena ketidakpuasan selama bertahun-tahun atas pemerintahan Putin.

Foto : Skynews

Sementara itu, Putin menghabiskan waktunya Sabtu (27/7), untuk menyelam ke dasar Teluk Finlandia, dengan kapal selam mini. Ia menyelam untuk menghormati kapal selam Soviet yang tenggelam di sana dalam Perang Dunia Kedua.

Kelompok pemantau independen, OVD-Info menyatakan, polisi menahan setidaknya 1.067 orang sebelum atau pada aksi protes tersebut.

Salah satu dari mereka yang ditahan, Alexander Latyshev (45) mengatakan, bahwa dia datang dari wilayah Vladimir terdekat untuk membicarakan bisnis dengan seorang rekan dan ditahan secara acak.  “Saya hanya duduk di bangku (ketika mereka membawa saya),” katanya kepada Reuters di dalam bus polisi.

Polisi juga menggerebek sebuah kantor yang digunakan oleh pendukung Navalny untuk menyiarkan langsung protes tersebut. Di samping itu, TV Rain, stasiun independen yang meliput protes, mengatakan pemimpin redaksinya dipanggil untuk diinterogasi

banner 300x250

Related posts

banner 468x60