Polri Tegaskan Masyarakat Tidak Melawan Petugas Ketika Dibubarkan

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah, yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Polri menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/1098/lV/HUK.7.1/2020 pada 4 April 2020. ST tersebut ditandatangani langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Sigit mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melawan petugas, ketika dibubarkan, karena tetap memaksa untuk berkerumunan di Pandemi corona (Covid-19).

“Polri punya kewenangan melalui Pasal 212, Pasal 218 KUHP serta Undang-undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular Pasal 14 ayat 1,” tulis Komjen Listyo dalam telegram tersebut, Sabtu (4/4/2020), di Jakarta.

Polri menerapkan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, bila masyarakat melawan atau tidak mematuhi penyelenggaraan karantina kesehatan sebagaimana kebijakan pemerintah yang menerapkan PSBB.

Kabareskrim juga memerintahkan seluruh jajaran reserse di Indonesia, memperketat pengawasan. Khususnya, di area pusat perbelanjaan atau area publik lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya aksi penjarahan selama pandemi Covid-19,

“Kejahatan yang terjadi pada saat arus mudik (street crime) seperti kerusuhan atau penjarahan yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362, 363, 365 406, 170 KUHP,” tulisnya.

Selain itu, jajaran reserse diminta untuk mengantisipasi adanya blokade jalan yang dapat menghambat akses warga ataupun barang. Polri dalam menindak, sesuai dengan UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. LN-RED

banner 300x250

Related posts

banner 468x60