Polsek Cengkareng Diduga Lepas Pelaku Pengeroyokan Wartawan Online

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Pihak penyidik Polsek Metro Cengkareng diduga telah melepaskan para pelaku pengeroyokan terhadap wartawan media online tribratanews bernama Yohanes Riadi yang akrab disapa Yori.

Diduga pula pelepasan dilakukan setelah para pelaku yang berprofesi sebagai calo pengurusan SIM di Satpas SIM Daan Mogot ini telah memberikan puluhan juta rupiah kepada petugas.

Dari pantauan Vanusnews.com, Senin (24/2), salah seorang pelaku berinisial An terlihat berdiri di depan arah menuju masuk Satpas SIM Daan Mogot.

Salah Satu Diduga Pelaku Pengeroyokan Wartawan Sudah Bebas dan Kembali Beraksi.

Dalam aksinya, pelaku sempat menawarkan orang yang melintas dengan dalih dapat mengurus pembuatan SIM.

Pelaku juga tidak sungkan ataupun takut untuk menawarkan pembuatan SIM kepada orang yang melintas.

Diduga dibukanya celah kembali percaloan di Satpas SIM dimanfaatkan para pelaku yang memang sengaja kembali beroperasi.

“Bisa saya bantu bang buat SIM C dan SIM A disamakan aja. Jadi Rp750 ribu,” kata pelaku lainnya berinisial Ad mencoba menawarkan kepada Vanusnews.com.

Tindakan pelepasan pelaku penganiayaan menjadi pertanyaan bila polisi diduga “Main Mata” dengan pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri ketika dikonfirmasi Vanusnews.com via Washupp membantah kalau pelepasan para tersangka tersebut karena pelaku telah menyuap polisi.

“Korban sudah cabut laporan,kita tangguhkan tidak. Mohon maaf tidak ada kita minta uang, kalau ganti korban ia, itu urusan korban dengan tersangka,” sanggah Khoiri, Senin (24/2).

Seperti diketahui sebelumnya, Yori menjadi korban pengeroyokan oleh sembilan orang pelaku yang berporfesi sebagai calo didepan gedung Satpas SIM Daan Mogot Cengkareng, Jakbar, pada, Rabu (29/1/2020) lalu.

Akibatnya, Yori mengalami babak belur dan wajahnya luka-luka hingga berdarah. Diantaranya bagian hidung robek, kedua pipinya lebam, dahinya memar, bibirnya bengkak serta luka lain di tubuhnya.

Selanjutnya Yori, yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya melaporkan aksi percaloan.

Petugas yang saat itu menerima laporan lalu meringkus dua pelaku, merasa ‘pendaringannya’ diganggu, para pelaku lalu mengeroyok korban.Polisi yang menerima laporan langsung meringkus sembilan pelaku pengeroyokan.

Mereka dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun penjara. LN-SAP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60