Presiden Jokowi Terjun Langsung ke Lampung, Habib Syakur Minta Pemda Lampung Diaudit

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid mengapresiasi Presiden Jokowi yang langsung terjun ke Lampung untuk melihat bobroknya pembangunan di wilayah tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih Pak Jokowi sudah kunjungan ke lampung. Melihat secara nyata bahwa infrastruktur jalan di Lampung tidak pernah baik,” ujar Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Read More
banner 300250

Habib Syakur menilai selama ini para pemimpin dan pejabat daerah di Lampung sudah gagal dalam menjalankan amanat rakyat. Karena itu, kunjungan presiden Jokowi terjun ke sana harus menjadi batu loncatan untuk perubahan Lampung.

“Saya harap warga Lampung betul betul menghargai kepedulian pak Jokowi terhadap Lampung,” tegas Habib Syakur.

Kedepannya, Habib Syakur meminta agar aparat penegak hukum, KPK, BPK, BPKP melakukan pengawasan khusus terhadap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Lampung dalam menjalankan program pembangunan.

“Lampung ini kan sangat strategis sebagai penghubung pulau Jawa dan Sumatera. Tapi kok pembangunannya sangat buruk. Ini ada yang salah dan harus diaudit. Oleh penegak hukum. Harus diaudit secara detail anggaran, pejabatnya, dan sebagainya,” tegas Habib Syakur.

Lebih tegas lagi, Habib Syakur meminta agar pemerintah provinsi Lampung sebaiknya diambil alih pemerintah pusat, agar jalannya pembangunan lebih terkontrol dengan baik.

“Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung sebaiknya pemerintah pusat yang menunjuk langsung. Gak usah ada pilkada di Lampung karena tidak efektif buat Lampung,” ungkap Habib Syakur.

“Pemerintahan di Lampung harus diambil alih pusat, karena Pemerintah harus memainkan prinsip bahwa pembangunan dan kemakmuran rakyat lebih utama dibanding politik daerah.
Pilkada langsung terbukti banyak kegagalan di Lampung,” ungkap Habib Syakur.

Khusus untuk Lampung, Habib Syakur menilai pemerintah pusat bisa menunjuk perwira TNI ataupun Polri untuk menjadi pemimpin daerahnya. Dengan demikian tidak ada yang berani macam-macam ataupun menjadi raja-raja kecil yang tidak peduli pada nasib rakyat.

“Lampung ini lebih baik dipimpin karakter militer aktif tapi pembangunan jelas dan terarah. Daripada tidak ada pembangunan seperti sekarang,” tuntas Habib Syakur.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *