Prof. Syaiful Bakhri: Penangguhan Hukuman Ahok Bisa Dilakukan Jika Sakit Atau Gila

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Pakar hukum Prof. Syaiful Bakhri mengatakan, bahwa penangguhan hukuman terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bisa mungkin ditangguhkan oleh pengadilan.

“Walau berbagai upaya dilakukan untuk penangguhan Ahok, tidak mungkin tercapai. Ini sama saja menghina pengadilan dan pemerintah,” ujar Syaiful kepada media.

Pendukung Ahok itu, katanya, sudah menghina pengadilan dan pemerintah lantaran mendesak pengadilan menanggukan penahanan Ahok.

Guru Besar Ilmu Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta ini menerangkan, pengadilan negeri tidak bisa menangguhkan penahan karena sudah jelas di pasal 156 a itu tidak ada.

“Yang ada ya kurungan penjara. Itu personsi legali (person legal) tidak bisa oleh pengadilan negeri, bisa dilakukan di pengadilan tinggi tapi ada syaratnya,” paparnya.

Menurutnya, pihak keluarga bisa menempuh penangguhan penahan Ahok menjadi tahanan kota harus dengan syarat jika sakit atau sakit jiwa.

“Ahok bisa dibenarkan menjadi tahanan kota jika sakit jiwa,” katanya.

Semestinya, lanjut Syaiful, masyarakat harusnya menghormati hukum dan keadilan yang telah berlaku di negara ini dengan tidak menghina pengadilan dan pemerintah. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60