Program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Buol: Siswa Taat Hukum

Gravatar Image
  • Whatsapp

Buol, LiraNews – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buol melakukan kegiatan program jaksa masuk sekolah di Aula SMA Negri 1 Keramat, Buol Sulawesi Tengah pada Kamis 10 Februari 2022.

Kegiatan ini sebagai kontribusi Kejari Buol dalam membangun kesadaran hukum sejak usia dini, agar terbentuk siswa taat hukum.

Read More
banner 300250

banner 300250

Program Kejari Masuk Sekolah itu dihadiri Penyuluh Hukum JMS Kajari Buol, yang bertindak sebagai narasumber Kepala Seksi Intelijen Usman LA UKU ,SH. Kemudian Jaksa Fungsional AA Gde Yoga Putra ,SH. Kepala sekolah dan beberapa guru. Adapun siswa dan siswi yang hadir mencapai 100 orang.

Kepala Kejari Buol, Lufti Akbar, SH., MH. menjelaskan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) merupakan kegiatan penyuluhan hukum ditujukan ke lembaga pendidikan. Sala satunya adalah SMA 1 Keramat.

“100 orang siswa siswi yang ikut program ini sudah tervaksin dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucap Lufti.

“Penyuluhan dan penerapan Program Jaksa Masuk Sekolah ini bertujuan memberikan edukasi, menumbuhkan pemahaman masyarakat dalam hal ini pelajar atau siswa di bidang hukum. Agar tidak tersandung hukum maka kita kenali hukum dan jauhi hukuman,” ungkapnya.

Lanjut kajari, Lufti menyebut materi yang disampaikan meliputi UU Cyber Crime dan UU Perlindungan Anak.

Mengenai isu sentral yang berkembang di Kabupaten Buol, perkara perlindungan anak menjadi sorotan sehingga dengan program Jaksa Masuk Sekolah bisa memberi pemahaman atau edukasi sekolah tentang undang undang perlindungan anak sebagai korban dan aspek pidana terhadap anak pelaku tindak pidana,” paparnya.

Untuk membentuk generasi taat hukum, lanjut Lufti, pihaknya berusaha melakukan pencegahan (preventif) terhadap pelanggaran hukum.

Cyber crime (kejahatan cyber) dalam kasus pencabulan anak salah satunya penyebab adalah gedget di media sosial, contohnya membully (menghina/merendahkan) mengoceh di sosial media.

Lufti berharap kepada siswa atau pelajar menjadi taat hukum.

“Siswa pelajar adalah generasi yang kita harapkan sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan di Buol, harapan dan mimpi mimpi indah siswa siswi bisa terwujud,” tandasnya.

Kegiatan penyuluhan hukum ditanggapi cukup antusias. Hal itu dilihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai hukum.

Related posts