Proyek Aspal Hotmix Simalungun Tanpa Ada Plang

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

LiraNews, Siantar -Proyek pengaspalan jalan di Simpang Saribu Jawa, Simalungun tanpa plang disebut telah melanggar Peraturan Presiden (Perpres) dan Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Hal itu diutarakan L Simanjuntak (55) warga Simpang Saribu Jawa, Kecamatan Dolok Panribuan kepada reporter liranews, Minggu (30/6/2019) melalui selulernya, sekira pukul 12.30 WIB.

Pasalnya Simanjuntak memantau di lokasi proyek Simpang Saribu Jawa tersebut tanpa disertai pemasangan plang papan nama proyek terkait sumber anggaran, volume, besaran biaya dan pelaksana kegiatan.

Padahal papan proyek sangat penting, agar masyarakat dapat mengetahui sumber anggaran dan dapat mengawasi pekerjaan supaya prosedur benar-benar dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Sepertilah ini timbul asumsi masyarakat bahwa proyek dikerjakan tidak sesuai bestek dan diduga ada penyimpangan biaya sehingga perbaikan aspal tidak bermutu dugaan asal selesai,” ujarnya.

Masih Simanjuntak mengatakan, jika benar tidak ada plang sementara kegiatan telah berjalan berarti pelaksana kegiatan telah mengabaikan undang-undang yang berlaku.

“Saya perhatikan tida ada, kenapa tidak dipasang ini perlu dipertanyakan, karena sesuai Peraturan Presiden No 54 tahun 2010 dan Perpres No 70 tahun 2012, segala proyek yang sumbernya dari APBN dan APBD harus disertai nama papan proyek,” ujarnya.

Dijelaskannya, plang informasi proyek itu bertujuan supaya segala pelaksanaan kegiatan berjalan dengan transparan, agar masyarakat tahu jumlah anggaran dan ikut mengawasi.

“Ini bagian dari pelanggaran Perpres juga telah  melanggar UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” sebutnya.

Pantauan media ini di lokasi, ada dua orang pegawas yang mengaku marga Manurung dan Sidabutar dari PUPR Simalungun. Saat itu mereka sedang mengukur jalan.

Panjang jalan yang di aspal 895 M, Luas 3,5 M. Sedangkan masa kerja 120 hari. Kalau plangnya ada dekat simpang tengoklah ke sana, saran kedua pengawas itu saat ditanya mengenai keberadaan plang proyek.

Saat di cek, ternyata tidak ada terlihat plang proyek dan jalan yang diperbaiki sangat berabu sehingga dapat lmengganggu kesehatan masyarakat dan mengancam keselamatan pengendara.

Pemborong proyek, marga Rajagukguk saat dikonfirmasi liranews melalui selulernya, mengatakan bahwa pihaknya sudah memasang plang proyek.

“Plang proyek ada dipasang tapi  tumbang kemarin. Disitunya plangnya, anggarannya Rp2,4 miliar bersumber dari APBD Simalungun,” jawabnya. LN-HS

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Mon Jul 1 , 2019
LiraNews.Com