Proyek Jaringan Irigasi di Kelurahan Kota Kulon Diduga Bermasalah, Tommy: Kabid SDA Dinas PUPR Garut Bersikap Parlente

Gravatar Image
  • Whatsapp

Garut, LiraNews – Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi Permukaan Cimaragas di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, yang bersumber dari dana Banprov tahun anggaran 2021 melalui Dinas PUPR Kabupaten Garut, diduga asal jadi.

Ketua DPW MOI Jawa Barat yang akrab disapa Bung Tommy mengatakan, proyek yang dikerjakan oleh CV. Binar Kalasenja dengan nilai kontrak Rp191.620.000,00 diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, dan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Read More
banner 300250

Bagaimana tidak, Tommy menilai pihak pelaksana diduga tidak melakukan penggalian pondasi dan pemasangan batu juga terlihat ditempel pada dinding tanah, sehingga disinyalir dapat mengurangi volume dan kualitas pembangunan.

Bahkan, Tommy menuturkan ketika ia membahas proyek tersebut dengan Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Garut, Edi Kuntoro ST MT di ruangannya pada 30 November 2021, Edi Kuntoro malah bersikap perlente dan seolah-olah kebal hukum.

“Saya sudah konfirmasikan terkait proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang dikerjakan oleh CV. Binar Kalasenja bahwa pengerjaan nya diduga asal-asalan. Tapi anehnya, Kabid, PPK dan pengawas terkesan tutup mata tutup telinga,” ujar Tommy.

Tommy menegaskan bahwa ia tidak serta merta menyalahkan pihak CV selaku pelaksana proyek, karena peran pengawasan PPK dan Kabid SDA juga menentukan baik dan buruknya proyek yang dikerjakan.

Tommy mengaku sudah menyiapkan surat pelaporan untuk aparat penegak hukum, agar masalah tersebut di tindaklanjuti secara hukum.

“Saya sudah menyusun laporan tertulis yang akan saya dilayangkan ke aparat penegak hukum, karena Kabid SDA ini terkesan menyepelekan hukum dan permasalahan di lapangan. Bahkan, saya sudah kirim pesan WhastApp ke Pak Sekda terkait masalah ini,” jelas Tommy

Lebih lanjut, ia menyebut ada salah seorang sumber yang enggan disebut jati dirinya mengatakan bahwa galian pondasi proyek itu tidak benar.

“Ada yang bilang ke saya, tapi namanya jangan ditulis, dia itu berpangkat Kasi di Dinas PUPR, menurut nya pengerjaan proyek seperti itu sangat riskan galina pun tidak akan mencapai 30 cm,” ungkap Tommy.

Related posts