Proyek Pelengsengan di Desa Sanah Laok, Pamekasan Dikerjakan Asal Jadi

  • Whatsapp
banner 468x60

Pamekasan, LiraNews – Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya. Artinya proyek tersebut dibatasi oleh waktu dan sumber dana yang telah ditentukan. Secara umum tujuan proyek itu untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah bagi masyarakat disekitar proyek tersebut. Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran dan tujuan proyek dengan batasan-batasan ruang lingkup pekerjaan, waktu perkerjaan dan anggaran pekerjaan.

 

Berdasarkan hal tersebut diatas, persoalan proyek sering terjadi abstrak dan sering terjadi disemua bidang proyek, hal ini terbukti banyak di medsos sering ditulis terkait kekacauan-kekacauan antara pekerjaan proyek proses, serta hasil proyek tersebut banyak menyimpang dari RAB yang ada.

Seperti yang terjadi di Desa Sanah Laok Kec. Waru Kab. Pamekasan akses Jalan Raya Waru-Pamekasan ada penggarapan palengsengan sesuai hasil investigasi LSM LIRA Pamekasan dan ditunjukkan dengan bukti-bukti pekerjaan proyek sangat luar biasa amburadul dan tampa papan nama.

Sesuai hasil investigasi dengan masyarakat sekitar (P.Seli), merasa kecewa. “Saya menyayangkan adanya proyek ini dikerjakan asal-asalan sementara saya sudah memberikan sebagian tanah untuk dipakai dalam proyek ini, saya juga sangat butuh akses jalan ini karena menghubungkan jalan kampung saya ke jalan raya dirumah saya,” ujarnya kepada
Tim Ivestigasi LIRA, H. Erfan Sani.

Tim Investigasi LIRA menemui pekerja proyek itu langsung diberi nomor HP a.n Fauzi selaku penanggung jawab proyek (pemborong), ternyata nomor HP tersebut setelah dihubungi yang menjawab orang lain yang mengaku kakaknya Fauzi dengan memberikan jawaban yang tidak etis atau tidak mengenakkan.

“Kalau cari rokok saya tunggu di tempat proyek besok”, setelah dia berbicara saya tanyakan “siapa kamu?”, dia menjawab “saya kakaknya Fauzi”, setelah ditanya namanya dia tidak menjawab.

Ke esokan harinya ada yang menghubungi Tim Investigasi LIRA yang mengaku bertanggung jawab juga terhadap proyek itu sebut saja H. Fadli (bekas anggota dewan dari Partai Golkar) dia minta maaf ke Tim Investigasi LIRA, “mohon maaf mas saya akui pekerjaan ini salah dan saya siap memperbaiki pekerjaan proyek ini,” tutur H. Fadli.

Akhirnya Tim Investigasi LIRA minta kepada H. Fadli untuk menghentikan pekerjaannya sementara sampai ada kejelasan pekerjaan proyek tersebut dari penanggung jawab (H. Fauzi), pada saat itu juga pekerjaan proyek diberhentikan oleh H. Fadli.

Ternyata pekerjaan proyek tersebut besoknya dikerjakan lagi tapa ada klarifikasi dengan Tim Investigasi LIRA. Berdasarkan hasil investigasi tersebut, Tim Investigasi LIRA meminta kepada Bupati LIRA Pamekasan untuk melaporkan kasus ini ke Polres Pamekasan.

Sampai berita ini diturunkan oleh LiraNews Pamekasan belum ada klarifikasi, dan berita ini akan terus update dari berbagai sumber terpercaya. LN-ES

banner 300x250

Related posts

banner 468x60