Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Untuk Kepentingan Imperialisme   

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:

LiraNews.Com

Bagikan:

Jakarta, LiraNews.com – Ketika agen-agen imperialis yang didukung kaum partai-partai reformis amandemen korup beroperasi dalam sebuah negara, maka saat itu juga mereka sedang menciptakan pembelahan. Yaitu pembelahan antara kelompok penindas dan kelompok tertindas.

“Proyek Reklamasi Teluk Jakarta ini adalah bentuk kompromi dari kaum reformis amandemen yang bersepakat tunduk pada kekuatan imperialis besar Cina untuk tujuan aneksasi wilayah yang dihuni masyarakat pribumi demi satu kepentingan. Yaitu Imperialisme,” ujar Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia, Yudi Syamhudi Suyuti.

Oleh karena itu, katanya, tidak ada alasan lagi untuk merebut hak-hak masyarat pribumi dan hak-hak rakyat banyak yang juga untuk satu kepentingan. Yaitu Kedaulatan Rakyat. Satu bentuk kekuatan sempurna, Kepemilikan Negara secara penuh dan sah.

Dia menegaskan, diperlukan suatu usaha perjuangan bersama agar Indonesia mampu menentukan nasibnya sendiri bersama Rakyat Banyak dan Kekuatan-Kekuatan senasib yang terjajah oleh Badan-Badan Imperialisme untuk suatu kemenenangan. Inilah Gerakan kita, Gerakan Indonesia Merdeka yang merupakan organ perlawanan atau front dari Musyawarah Rakyat Indonesia.

Menurutnya, Jokowi adalah simbol kaki tangan imperialis besar Cina beserta agen-agennya untuk proyek Imperialisme bersama-sama para Taipan dan Kaum Partai-Partai Reformasi Amandemen Korup. Manifes perjuangan kita adalah melawan secara sistematis sesuai hak-hak masyarakat pribumi, konstitusi dan hukum-hukum internasional.

“Apa yang kita lakukan adalah sah sesuai konstitusi UUD hasil Revolusi yang di sahkan 18-Agustus-1945. Sebagai UUD 45 asli diperkuat oleh Hak-Hak Masyarakat Pribumi dan Adat,” pungkasnya. LN-JMP

 

 

Bagikan:
Komentari Melalui Facebook
Sat May 6 , 2017
LiraNews.Com