Proyek Smart Classroom Fakultas/Unit UINKHAS Jember Diduga Bermasalah

Jember, LiraNews – Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan pelanggaran atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

UINKHAS Jember yang sebelumnya adalah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember digugat oleh CV Line selaku pemenang lelang secara perdata dan pidana ke Pengadilan Negeri Jember pada Senin, 6 Desember 2021.

Read More

Pihak CV Line sebelumnya telah melaporkan pelanggaran tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia, dengan tujuan agar lembaga tersebut segera melakukan investigasi terhadap kasus pengadaan barang/jasa yang terjadi di UINKHAS Jember.

Penasihat Hukum CV Line, Yoyok Sismoyo merasa perlu menindaklanjuti permasalahan ini ke tingkat gugatan karena kliennya adalah pihak yang dirugikan atas pemutusan sepihak yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Pengadaan Smart Classroom Fakultas/Unit UINKHAS Jember.

“Kami harus lakukan Gugatan, karena klien kami dalam hal ini CV Line telah memenuhi kewajibannya dengan memenuhi persyaratan penyediaan barang sesuai dengan kintrak, namun ternyata ditolak oleh UINKHAS Jember dengan dalih tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diinginkan oleh Tim Teknis UINKHAS Jember,” tegasnya.

Menurut Yoyok, dalam proses pengadaan barang seperti saat ini, tidak bisa dibandingkan aplikasi yang ada dalam satu tipe barang dengan tipe barang yang lain, karena pada dasarnya setiap tipe untuk kebutuhan Smart Classroom Fakultas/Unit bebeda.

“Enggak bisa dibandingkan, kalau memaksakan dengan tipe yang di inginkan oleh tim teknis dari UINKHAS Jember berarti barang yang diminta sudah mengarah ke merek, bukan pada tipe barang, jika mengikuti apa yang diinginkan oleh tim teknis UINKHAS akan mengarah pada merk IMAGO, sementara tipe yang kami miliki adalah dengan merek IQBOARD,” ujarnya.
Dalam tender cepat tersebut, penawaran CV Line adalah penawaran terendah sebesar Rp717.200.000,00 dari HPS sebesar Rp1.238.999.997, dan dinyatakan sebagai pemenang tender dan dilakukan penandatangan kontrak.

“CV Kami sebagai pemenang tender telah menandatangani kontrak dan didalam kontrak telah disebutkan tipe barang yang akan diadakan, setelah turun surat perintah pengiriman (SPP) barang yang harus dikirim oleh CV line harus sama dengan yang ada di kontrak sesuai batas waktu yang ditentukan di dalam SPP,” jelasnya.

Namun, lanjut Yoyok, setelah tim teknis telah memeriksa barang ternyata ditolak dengan dalih barang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, fungsional dari perangkat lunak dan fungsional program, justru spesifikasi teknis yang mereka inginkan mengarah pada satu jenis merk yaitu IMAGO padahal dalam kontrak tidak disebutkan merk, hanya tipe barang.

Yoyok juga menjelaskan, pengadaan Pengadaan Smart Classroom Fakultas/Unit yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Pemilihan Pengadaan Smart Classroom/Unit UINKHAS Jember Tahun Anggaran 2021, dilakukan tender cepat yang di ikuti oleh CV Line, dan tender ini merupakan tender yang kedua kalinya setelah sebelumnya terjadi pemutusan kontrak pula, oleh sebab itu dirinya menilai menilai ada yang salah dalam hal pemahaman dan pelaksanaan tender cepat di UINKHAS Jember.

Perlu diketahui, pada proses tender pertama, UINKHAS Jember, mendapatkan somasi dari dari PT Arion Indonesia dengan dugaan telah melanggar ketentuan perundangan dalam pelaksanaan Tender Cepat Pengadaan Smart Classroom Fakultas/Unit pada tanggal 19 Agustus 2021 yang ditujukan pada Kelompok Kerja Pemilihan Pengadaan Smart Classroom Fakultas/Unit.

Somasi tersebut berawal dari ketidakpuasan PT Arion Indonesia yang merasa mendapatkan perlakuan diskriminatif sebagai peserta lelang, sebab sebab dalam tender dokumen pemilihan pihak PT Arion Indonesia telah menjalankan semua prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.

Bahkan Direktur PT Arion, telah menghadiri undangan pihak Pokja dan menjelaskan teknik dan spesifikasi yang disyaratkan pada 4 Agustus 2021, dan semua berjalan lancar, namun PT Arion Indonesia merasa dirugikan, karena dinyatakan gugur dengan alasan barang yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang dimaksud dalam Dokumen Pemilihan Tender Cepat dimana dalam Peraturan Lembaga LKPP Nomor 12 tahun 2021 disebutkan bahwa tender cepat merupakan metode pemilihan pada pengadaan Barang/Jasa Lainnya dalam hal Pelaku Usaha yang telah terkualifikasi dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKAP) dengan membandingkan harga tanpa memerlukan penilaian kualifikasi, evaluasi penawaran administrasi, evaluasi penawaran teknis, sanggah dan sanggah banding.

Berdasarkan surat yang dikirimkan UINKHAS Jember kepada PT Arion, barang yang ditawarkan PT Arion Indonesia tidak sesuai kebutuhan dan spesifikasi teknis yang dibutuhkan, sehingga dianggap tidak sesuai dengan ketentuan dan prosedur dalam tender cepat.

Syaifudin Luqman selaku Direktur CV Line menilai, dirinya sejak awal merasa ada kejanggalan dalam proses tender cepat UINKHAS Jember, karena ada aturan yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

“Awal berhadapan dengan Pokja UINKHAS Jember, dalam prosedural proses tender cepat yang terjadi dalam Pekerjaan Pengadaan Smart Classroom Fakultas/Unit UINKHAS Jember, karena baru kali ini kami tahu ada proses klarifikasi dalam sistem tender cepat, jadi yang dilakukan adalah tender cepat, namun dalam pelaksanaannya seperti tender pada umumnya,” ungkapnya.

Seharusnya kalau memang pihak UINKHAS Jember masih melakukan klarifikasi dengan melakukan penilaian dan perbandingan spesifikasi barang yang ditawarkan oleh penyedia, metodenya gunakan tender saja, bukan metode tender cepat, karena jelas dalam peraturan perundang-undangan patokannya adalah harga penawaran penyedia yang paling rendah.

“Ini baru pertama kalinya kami alami selama ikuti tender dengan metode tender cepat, perlu dipertanyakan kredibiltas dan kemampuan sumber daya manusianya untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa, yang jadi masalah apakah mereka melaksanakan sesuai dengan aturan yang ada,” tukasnya.

Sementara itu saat ditemui wartawan media ini, Syahrul Mulyadi SE selaku PPK Pekerjaan pengadaan Smart Classroom Fakultas UIN mengatakan bahwa terkait hal tersebut masih proses lebih lanjut,

“Soal tender ulang sudah ada di system bisa di cek langsung sesuai prosedur tinggal menunggu proses Pengadilan, ” Jawabnya.  (LN-Biro Jember) 

Related posts