Puan Maharani: DPR Bukan Tukang Stempel Pemerintah

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto: Ketua DPR RI, Puan Maharani
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Ketua DPR RI, Puan Maharani menegaskan, DPR RI tidak akan jadi lembaga yang selalu menyetujui keinginan pemerintah.

“Sinergi itu menurut saya antara eksekutif dan legislatif itu harus dilakukan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan bangsa dan negara. Namun, bukan berarti kita itu kayak tukang stempel juga,” ujarnya di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (8/10/2019).

Puan menjelaskan, setiap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk kepentingan rakyat tentu akan dikawal DPR RI dan dilihat baik dan buruknya bagi masyarakat.

“DPR tidak hanya akan melakukan kritik dan pengawasan saja, tetapi juga memberikan solusi kepada pemerintah agar kebijakan tersebut dapat berjalan sesuai keinginan rakyat,” sebutnya.

Puan mengatakan, DPR RI tidak akan anti terhadap kritik, selama kritik itu memiliki solusi yang berarti.

“Tentu saja semua yang ada di DPR ini boleh saja memberikan pendapatnya, memberikan oto kritik tetapi jangan sampai tidak ada solusinya. Harus ada solusi yang kita lakukan, jadi kita teriak-teriakan pun harus memberikan solusi kepada pemerintah,” katanya.

Puan mengungkapkan, dirinya telah memberikan penugasan kepada empat Wakil Ketua DPR RI untuk lima tahun ke depan.

“Kami sudah mengambil satu keputusan tentang pembidangan yang akan dipikul dan menjadi tanggung jawab kami. Saya sudah berikan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kepada para wakil yang ada,” katanya

Puan menerangkan, pembagian tugas tersebut yaitu Aziz Syamsuddin menjadi Wakil Ketua DPR RI bidang Politik, dan Keamanan; Sufmi Dasco Ahmad menjadi Wakil Ketua DPR RI bidang Ekonomi dan Keuangan. Selain itu Rachmat Gobel menjadi Wakil Ketua DPR RI bidang Industri dan Pembangunan; dan Muhaimin Iskandar menjadi Wakil Ketua DPR RI bidang Kesejahteraan Rakyat.

“Saya berikan penugasan kepada empat Wakil Ketua DPR. Insya Allah apa yang kami lakukan secara gotong royong,” tuturnya.

Puan mengaku, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan DPR RI dibawah kepemimpinannya dan diperkirakan akan banyak dinamika yang terjadi di parlemen.

Puan yang didampingi 3 orang Wakil Ketua DPR RI tersebut menambahkan, apa pun dinamikanya itu merupakan hal yang wajar dalam politik, namun diharapkan harmoni tetap terjaga di DPR RI.

“Perbedaan dalam kebijakan politik adalah hal biasa, namun jangan sampai gotong royong itu tercerai berai karena kepentingan politik. Bagaimana komitmen jaga NKRI utuh, karena parpol salah satu pilar demokrasi, itu kami jaga bersama,” tutupnya. LN-RON

 

Wed Oct 9 , 2019
Singapura, LiraNews – Indonesia dan Singapura kembali berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara. Sejumlah kesepakatan berhasil dicapai saat Annual Leaders Meeting antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, pada Selasa (8/102019). Presiden Jokowi, dalam pernyataan pers bersama usai […]