Rahmat Gobel Ajak Anggota DPR Evaluasi RUU Yang Tumpang Tindih

| Diterbitkan Pada:
Keterangan Foto:
Bagikan:

Jakarta, LiraNews – Wakil Ketua DPR-RI Rahmat Gobel mengatakan, untuk menjadi sukses terutama dalam bidang industri diera globalisasi tentu ada nilai tambahnya, yakni membangun SDM.

“Itu kuncinya, SDM yang kita maksud adalah yang dibutuhkan oleh dunia sekarang ini. Dari pada kita selalu berdebat yang tak ada ujungnya,” kata Rahmat pada wartawan baru-baru ini di Senayan Jakarta.

Misalnya, seperti dalam bidang pendidikan, sebetulnya bukan hanya  sebatas memberkan ijazah, tanda kelulusan. Tapi, bagaimana bisa memberikan ketangkasan dan keahlian.

Keahlian tersebut bisa mereka implementasikan ketika mereka memasuki dunia kerja. Sebetulnya juga, bangsa ini punya potensi besar soal SDM.

“Peningkatan SDM dibidang ketenagakerjaan pun menjadi prioritas, bukan hanya di dalam negeri, namun di luar negeri juga. Misalnya, pengiriman tenaga kerja Indonesia dibawah naungan PJTKI, tentu harus ada keahlian,” tambahnya.

Sementara, terkait kondisi saat ini, demo dimana-mana, maka sebagai  Wakil Ketua DPR, Maka awalnya, anggota DPR itu memberikan keteladanan. Demo itu, kata Rahmat buntut dari ketidakpuasan mereka pada wakilnya, anggota DPR.

“Makanya, untuk 5 tahun ke depan DPR akan menjawab, apa yang diharapkan oleh rakyat, aspirasinya,” katanya.

Yang jelas, bagaimanan seorang anggota dewan itu menjalin komunikasi yang baik dengan rakyatnya.  Anggota dewan harus banyak turun mensosialisasikan, apa maksud dan tujuan penyusunan rancangan  undang-undang itu sendiri.

Sebetulnya penyusunan RUU itu berawal dari masalah yang dihadapi dan itu harus disesuaikan bukan untuk merubah. Tapi, dibalik RUU itu ada sesuatu pasal yang harus disempurnakan bukan untuk melemahkan. Inilah yang harus dipahami saat melakukan 8 Perubahan, apakah melemahkan atau tidak.

“Ada sesuatu yang salah dan ini harus disempurnakan. DPR dituduh melemahkan instansi tertentu. Inilah yang harus kita pahami,” katanya.

Yang jelas, sebagai anggota DPR apalagi dirinya Wakil Ketua Umum , tentu berupaya mengutamakan kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan partai. Tapi, ini untuk kepentingan bangsa dan negara.

Inilah yang harus dijabarkan, apalagi menjalin komunikasi itu tidak gampang. Komunikasi suami istri saja bisa salah paham. Apalagi urusan negara.

“Nah, itu ada seninya,” katanya.

Dia mengaku mempelajari pada RUU yang disusun oleh anggota DPR sebelumnya, ternyata banyak pasal yang tumpang tindih. Oleh karena itu dia berupaya, mengajak para anggota DPR untuk mengevaluasi kembali RUU Perindustrian atau Ketenagakerjaan supaya industri di Indonesia menjadi tuan rumah di negari sendiri.

Sebenarnya, RUU Ketenagakerjaan mempertemukan pengusaha. Nah, ini yang harus dibahas. Baginya, kalau tidak ada investasi, banyak lapangan kerja memberikan peluang investasi masuk ke Indonesia.

Menariknya, ada SDM, lalu kemudian meningkatkan hubungan, mengharmonisasikan hubungan antara dua sisi, yakni antara investor dan para pencari kerja. Tidak hanya investor yang di undang memberikan nafas bagi tenaga kerja Indonesia.

“Jadi, investor masuk itu memanusiakan manusia. Memberikan materi,” ujarnya.

Dia pun menceritakan pengalamannya saat terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998. Saat itu dirinya mengeluh dan bertanya pada rekan-rekannya sesama pengusaha, apakah membangun ekonomi industri masih ada harapan.

Dengan demikian, ketika dalam diskusi, harus melihat poinnya, apa yang bisa mengembalikan dan menjadikan perekonomian Indonesia bangkit pada saat itu.

“Nah, sekarang Indonesia memasuki hal yang sama, dimana pemerintahan Pak Jokowi telah membangun infrastruktur. Itu salah satu fondasi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan,” pungkasnya.

Reporter: Abuzakir Ahmad

Fri Oct 4 , 2019
Pemalang, LiraNews – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arung Jeram Jawa Tengah 2019 digelar di sungai Serayu, Banjarnegara, Selasa – Jum’at (1-4) di ikuti oleh 12 Pengcab seluruh Jawa Tengah. Sebanyak 48 tim turun dalam katagori Putra, putri; kelas R2, R4, Nomor sprint, head to head (H2H), slalom dan Down river race […]