Rekan Indonesia Laporkan Dugaan Korupsi Dalam Pembangunan 18 Puskesmas Di Dki Jakarta

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Rekan Indonesia melakukan pelaporan dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam pengerjaan pembangunan 18 Puskesmas di DKI Jakarta.

Ketua Nasional Rekan Indonesia, Agung Nugroho mengatakan, bahwa pengerjaan pembangunan puskesmas yang didanai APBD 2016 sebesar 220M tersebut berjalan dengan amburadul dan sarat dugaan kuat terjadinya KKN.

“PT. PP yang memenangkan lelang konsolidasi pada Agustus 2016 dalam pelaksanaan pekerjaannya tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya sampai akhir desember 2016,” ujar Agung Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (8/7/2017).

Dia menambahkan, oleh pemprov DKI sesuai dengan Pergub 241 thn 2016 diberi perpanjang masa pengerjaan selama 50 hari terhitung sejak tgl 1 Januari – 20 Februari 2017. Namun sampai tgl 20 Februari 2017 PT. PP lagi lagi tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya.

Seharusnya, menurut Agung, jika mengacu pada PP No.70 thn 2012, Pejabat PPK dapat memutuskan kontrak sepihak karena setelah diberi perpanjangan 50 hari PT. PP tetap tidak sanggup menyelesaikan pekerjaannya.

Bukan pemutusan kontrak dan lelang kembali. Dinkes DKI malah memberikan lagi perpanjangan masa pekerjaan selama 90 hari dengan alasan sudah bisa masuk ke tahap pemeliharaan. Padahal pada faktanya pembangunan gedung belum diselesaikan sehingga ada kejanggalan mengapa pembangunan yg tidak kunjung selesai dan sudah diberi tambahan waktu 50 hari masih diberi tambahan lagi 90 hari ?

Tahap pemeliharaan itu baru bisa dilakukan jika tahap pembangunan gedung benar benar rampung.

Dengan tidak mampunya PT. PP menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak kerja dengan dinkes ini pun menunjukkan adanya indikasi permainan pada saat lelang karena kok bisa perusahaan yang tidak qualified memenangkan lelang dan tidak sama sekali diputus kontraknya ketika terbukti masih tidak sanggup menyelesaikan pekerjaannya.

“Dengan amburadulnya tahap pembangunan 18 puskesmas di DKI juga mengindikasikan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak memiliki perencanaan dan ini berpotensi adanya korupsi,” pungkasnya. LN-AZA

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60