Relawan Jokowi, Jusuf Rizal Usulkan Susilo Bambang Yudhoyono Maju Capres 2024

Jakarta, LiraNews — Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) HM. Jusuf Rizal menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih potensi dan dibutuhkan bangsa agar maju Calon Presiden (Capres) pada Pilpres tahun 2024 guna melakukan perbaikan bangsa.

Gagasan tersebut disampaikan mantan Direktur Blora Center (Tim Relawan SBY-JK) pada Pilpres 2004 serta Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin tersebut menjawab pertanyaan media di Jakarta pasca demo mahasiswa yang menilai wacana perpanjangan jabatan Presiden tiga periode serta penundaan Pemilu 2024.

Read More
banner 300250

“Saya rasa Indonesia memiliki konstitusi yang tidak mudah dilanggar agar jangan sampai menjadi preseden buruk. Indonesia ini negara yang diatur dengan konstitusi, bukan diatur seperti perusahaan perorangan,” tegas Jusuf Rizal aktivis penggiat anti korupsi itu memberi argumentasi atas aksi kritis demo mahasiswa

Ia malah menilai sebaiknya bangsa ini dan masyarakat fokus mencari pemimpin yang dapat mengatasi problem bangsa yang kian carut marut dengan segala kelemahan dan kelebihan yang dihadapi saat ini. Bukan lagi sibuk dengan wacana Tiga Periode dan penundaan Pemilu 2024 yang tidak produktif.

Saat ini banyak figur yang dimunculkan, tetapi menurut Jusuf Rizal, belum semua memiliki pengalaman yang cukup jika menghadapi kondisi bangsa dengan problem yang sangat kompleks. Mulai dari konflik horisontal, problem ekonomi, tekanan hutang, TNI dan Polri yang butuh perawatan maupun masalah konstitusi.

“Saya rasa perlu kemampuan seperti Mahathir Muhammad, Perdana Menteri Malaysia yang harus turun gunung di usia 93 tahun memimpin kembali Malaysia dan kemudian mengundurkan diri setelah menata ulang Malaysia karena terpuruk korupsi,” tegas pria berdarah Madura-Batak itu Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media dan Online Indonesia) itu.

Untuk itu Jusuf Rizal menilai mantan Presiden ke-6 Indonesia, SBY menurutnya masih layak untuk ikut maju Capres guna dapat menata ulang negeri ini. Sebab dibawah kepemimpinan SBY selama 10 tahun (2004-2014), Indonesia relatif stabil dan mampu bertahan ditengah tekanan dan intervensi asing.

Ketika ditanya wartawan bagaimana dengan figur-figur muda yang telah banyak beredar dimasyarakat? Menurutnya tentu SBY bisa berpasangan dengan Figur muda. Dengan demikian pada saat yang tepat SBY dapat memberikan tongkat estafet kepada figur muda agar dapat bersama-sama kembali menata negara agar lebih kuat mengatasi berbagai problem dimasa depan.

“Jika negara ini ingin kuat diperlukan re-engineering kebangsaan. Menata ulang dengan memiliki GBHN (Garis Besar Haluan Negara) agar tidak mudah diintervensi kelompok kepentingan dan terjebak menjadi seperti manajemen pemadam kebakaran,” tegasnya.

Untuk itu dibutuhkan goodwill dan political will seluruh stakeholder, baik partai politik, organisasi kemasyarakatan, tokoh-tokoh bangsa maupun elemen generasi muda. Untuk bersama-sama membangun konsensus rekonsiliasi kebangsaan menghadapi dinamika dan perubahan zaman.

Aktivis pekerja dan buruh itu juga menyebutkan sejumlah kelebihan yang dapat diandalkan jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia. Setidaknya, ujar Jusuf Rizal ada lima kelebihan SBY antara lain;

Pertama, SBY telah memiliki jam terbang dan pengalaman dalam mengelola manajemen pemerintahan selama 10 tahun dengan segala dinamikanya. Dan relatif bagus dan stabil.

Kedua, punya pengalaman dan jaringan yang luas baik di dalam maupun luar negeri. Serta masih dihargai diberbagai negara dan dunia internasional. Dengan demikian diplomasi politik luar negeri lebih mudah, termasuk dengan negara-negara adi kuasa, seperti, Amerika Serikat.

Ketiga, mampu mengatasi tekanan ekonomi ditengah krisis serta mampu menekan ketergantungan hutang kepada IMF dan membayar lunas hutang pada akhir periode kepemimpinannya tahun 2014.

Keempat, punya latar belakang TNI yang masih dibutuhkan bangsa ini untuk menata kembali TNI dan Polri sebagai kekuatan dan benteng pertahanan negara bersama kekuatan rakyat, serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)

Kelima, SBY bisa lebih fokus membangun bangsa ketika secara materi telah cukup dan secara spritual lebih baik serta memiliki waktu yang lebih banyak. Bisa fokus dan ikhlas berbuat untuk kepentingan, kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

“Kita tidak meragukan kemampuan figur-figur muda. Namun dalam kondisi yang tidak normal ini, bangsa ini butuh nakhoda yang lebih memiliki kemampuan plus. Tidak hanya sekedar popularitas maupun elektabilitas. Namun dibutuhkan pengalaman yang lebih komplek. Dan SBY memiliki itu dengan segala kelemahan dan kelebihannya,” tegas pria SekjenMOI (Media Online Indonesia) itu.

Related posts