Rencana Menteri BUMN Beli Peternakan Sapi di Luar Negeri, Guspardi Gaus: Ide Realistis Sebagai Solusi Jangka Pendek

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews  – Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Guspardi Gaus menilai gagasan yang dilontarkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Menteri BUMN tentang pembelian peternakan sapi di luar negeri sebagai ide yang realistis, mengingat Indonesia selalu impor daging sapi karena pasokan dari dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan masyarakat.

Menurut Guspardi, memang tidak bisa dipungkiri selama ini negara kita belum bisa lepas dari ketergantungan impor sapi.

Read More

banner 300250

“Di lain sisi produktivitas peternak dalam negeri masih rendah sehingga belum mampu memenuni kebutuhan daging nasional. Sementara pemenuhan kebutuhan dalam negeri harus di carikan solusinya,” kata Guspardi kepada para awak media, Jumat (23/4/2021).

Guspardi mengatakan, rencana membeli peternakan sapi di luar negeri ini adalah sebuah ‘dilema’ tetapi merupakan sebuah ide realistis saat ini.

“Catatannya hanya dilakukan sebagai solusi jangka pendek. Dalam jangka panjang pemerintah harusnya
tetap harus fokus meningkatkan daya saing peternak lokal dan mengembangkan petenakan sapi dalam negeri guna mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional, ujar anggota Komisi II DPR RI ini.

Guspardi mengingatkan, rencana pembelian peternakan sapi di luar negeri itu harus menimbulkan multi manfaat.

Guspardi menyarankan, hal ini harus dilakukan secara hati-hati dengan perhitungan detil dan matang.

“Perlu juga di kaji, apakah anggaran pembelian ini jauh lebih efesien dibanding membangun sendiri peternakan di dalam negeri. Jika iya setidaknya kita bisa diuntungkan dengan investasi di peternakan yang sudah jadi dan secara cepat siap memenuhi kekurangan pasokan kebutuhan daging nasional,” imbuh Guspardi.

Manfaat lainnya, sebut Guspardi Gaus, yakni dapat menyerap secara langsung sistem manajemen peternakan profesional dan modern dari berbagai aspek.

“Bagaimana membangun perusahaan peternakan yang berbasis penerapan pengetahuan serta penggunaan teknologi mutakhir. Selanjutnya bisa dilakukan alih kemampuan tenknologi peternakan sapi dari negara yang sudah maju industri peternakannya untuk bisa diaplikasikan dalam membangun dan mengembangkan peternakan sapi di tanah air,” beber anggota Baleg DPR RI ini.

Guspardi juga menyebut pembelian semacam ini bukan negara kita saja yang melakukannya.

“Negara tetangga kita Brunei dan Malaysia jauh hari sudah mempunyai peternakan sapi skala besar di Australia. Bahkan kedua negara tersebut sudah bisa melakukan eksport ke beberapa negara,” ungkap Guspardi.

Namun begitu, saran Guspardi, pemerintah tetap wajib memperhatikan peternak lokal dan bertekad mewujudkan kemajuan peternakan Indonesia.

“Karena dengan hamparan lahan yang sangat luas di berbagai pelosok negeri sudah saatnya kita berani membuka peternakan skala besar di dalam negeri sendiri dengan konsep ‘Integrated Farming’ yang modern dan profesional,” sambung Guspardi.

Oleh karenanya, pinta Guspardi, kementerian dan lembaga terkait harus terus melanjutkan program-program yang sudah berjalan selama ini dengan melakukan berbagai terobosan dan inovasi guna peningkatan daya saing industri peternakan dalam negeri baik kualitas maupun kuantitasnya.

“Penyiapan roadmap swasembada daging sapi nasional harus juga disegerakan demi menciptakan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional dapat di realisasikan. Hal ini harus menjadi prioritas utama,” pungkas Guspardi Gaus. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60