Rokhmin Dahuri: Jokowi-Maruf Amin Dalam Menyusun Kabinet Harus Mengikuti Rasulullah Saw

  • Whatsapp
banner 468x60

LiraNews, Jakarta – Siapapun capres-cawapres yang terpilih secara resmi yang ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) nanti, diharapkan ke depan bisa memimpin Negara dengan niat karena Allah semata.  Menteri-menteri yang dipilih nanti harus benar-benar berakhlak, yang kerja keras, tidak sombong dan tidak sok pintar sendiri.

Hal itu dikatakan Dr. Ir. H Rokhmin Dahuri, MS, tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin menanggapi hasil  pemilihan presiden (pilpres).  Pasangan Jokowi-Maruf Amin unggul sementara atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count 10 lembaga atas Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019).

 “Dalam menyusun kabinetnya, harus mengikuti hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu bahwa satu urusan kalau diserahkan kepada yang bukan ahlinya tunggu kehancurannya. Istilah dalam bahasa Inggris, The Right Man on the Right Place (Orang yang tepat dalam posisi yang tepat),” ujar Rokhmin di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Rokhmin berharap, Jokowi-Maruf Amin dalam memimpin bangsa ini untuk 5 tahun ke depan akan lebih baik lagi. Akan membuat bangsa ini lebih beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, menurut agamanya masing-masing, dapat hidup di bumi Pancasila yang kita cita-citakan bersama.

“Mudah-mudahan dengan kepemimpinan berliau berdua, khususnya Kiai Maruf, kerukunan dan kehidupan harmonis antar umat beragama akan lebih baik. Sehingga dengan kerukunan, persatuan dan kesatuan itulah kita bisa membangun bangsa lebih baik lagi, supaya cita-cita kemerdekaan yakni manusia yang maju, adil, makmur dan berdaulat, segera terwujud,” imbuhnya.

Karena faktanya, lanjut Rokhmin, meskipun sejak merdeka sampai sekarang kita mengalami perbaikan di segala bidang kehidupan, juga termasuk sentuhan Jokowi-JK yang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen atau 9.8 persen.

Selain itu, ekonomi kita juga 16 besar di dunia. Sementara fakta lain yang harus diseriusi yaitu pendapatan kotor rakyat Indonesia yang rata-rata baru mencapai 3800 dollar per tahun.

“Padahal kriteria Negara makmur itu, 12161 dollar per tahun. Boleh dibilang masih sepertigaya,” tutur Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Maritim ini.

Rokhmin menegaskan, kita juga menghadapi problema kaya-miskin yang sangat lebar, kesenjangan pembangunan antar wilayah. Menurut data Kementerian Kesehatan saat ini kita menghadapi masalah pertumbuhan anak yang terlambat, kendala bergizi buruk, serta menghadapi industri pembangunan manusia yang belum seperti Negara maju.

“Masih sekitar 70an, atau masih medium,” papar Guru Besar Institut Pertanian Bogor ini.

Untuk itu, kementerian-kementerian yang perlu diperhatikan antara lain, kementerian dibidang ekonomi dan industry seperti pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan, SDM, maupun energy dan mineral , industri perdagangan, kemudian BUMN , kementerian keuangan, dan kementerian koperasi.

Maka,  kata mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, menteri yang dipilih harus benar-benar professional, yang tahu pada bidangnya. Bukan hanya bisa melarang, tapi berakibat industri tutup dan lapangan kerja makin susah.

“Insya Allah lima tahun ke depan pendapatan kita dari 3800 bisa 6000 per kapita. Kemudian pertumbuhan ekonomi dari 7 persen per tahun pun bisa tercapai, terutama dari sektor ekonomi kemaritiman, ekonomi kreatif dan industry manufacturing,” tuturnya. **

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60