Rutan, Lapas, imigrasi dan PN Sudah Bersih

Gravatar Image
  • Whatsapp
Anggota komisi III DPR foto bersama dengan penjabat utama di lingkungan kemenkumham Jatim

Surabaya, LiraNews –┬áDalam tugas dan fungsinya, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyuarakan suara rakyat yang dititipkan kepada mereka. Oleh karena itu, hari ini sebanyak 22 anggota DPR RI Komisi III yang diketuai oleh Dr. Ir. H. Adies Kadir, S.H., M.Hum. melaksanakan kunjungan kerja resep di Jawa Timur.

Kunjungan diawali di Rutan Surabaya, rombongan langsung disambut oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Krismono dan didampingi oleh Pimpinan Tinggi Kanwil Kemenkumham Jawa Timur serta Kepala Rutan kelas I Surabaya, Hendrajati.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak melihat layanan yang diselenggarakan oleh Rutan kelas I Surabaya. Krismono langsung menjelaskan proses pembinaan serta layanan yang diselenggarakan oleh UPT yang berlokasi di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo tersebut, pada Rabu (13/10/2021).

Diawali dengan layanan yang diselenggarakan untuk masyarakat umum. Hendrajati menjelaskan bahwa Rutan Surabaya dalam kondisi pandemi Covid-19 tetap menyelenggarakan layanan kepada masyarakat. “Kami mengutamakan layanan berbasis daring menggunakan aplikasi RUSABAYA,” ujar Hendrajati.

Selanjutnya rombongan diajak melihat kondisi dapur Rutan Surabaya. Krismono menjelaskan bahwa dapur Rutan Surabaya menghasilkan makanan 3 kali sehari untuk 1700 orang Warga Binaan Pemasyarakatan. “Dapur ini relatif kecil, namun menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan konsumsi bagi Warga Binaan di dalam,” terang Krismono.

Selanjutnya, tim diajak menuju ruang video call bagi WBP. Krismono menjelaskan selama pandemi ini UPT Pemasyarakatan di Jawa Timur menghentikan layanan tatap muka untuk sementara, sebagai gantinya setiap UPT menyediakan inovasi layanan kunjungan video call. “Ini usaha kami untuk memutus mata rantai Covid-19,” ujar Krismono.

Selain itu, tim juga diajak melihat kondisi pembinaan kemandirian yang ada di Rutan. Hendrajati menjelaskan bahwa meskipun UPT ini adalah Rutan, namun WBP yang ada disini juga berkesempatan mendapatkan pembinaan ketrampilan agar dapat digunakan setelah keluar dari Rutan.

Di penghujung sesi, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur mengajak seluruh tim untuk melihat kondisi blok hunian yang telah mengalami over kapasitas sebesar 300%. “Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, inilah kondisi Rutan Surabaya saat ini yang juga dirasakan oleh kebanyakan UPT Pemasyarakatan yang ada di Indonesia,” terang Krismono.

Kegiatan ditutup dengan rapat resep dengar pendapat antara Komisi III DPR RI bersama Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur yang bertempat di aula atas Rutan kelas I Surabaya.

Sementara itu, kepala kanwilmenkumham Jatim Krismono, menjelaskan acara tadi dengar pendapat yang dilakukan komisi III dengan seluruh stakeholder kanwilmenkumham.

Adis Kadier memperkenalkan diri dihadapan seluruh Penjabat kemenkumham Jatim dan beliau juga mempertanyakan apa ada permasalahan apa di lingkungan Kemkumham Jatim.

Selain itu juga menayangkan perihal program yang di lingkungan Kemkumham.” Program di Rutan dan Lapas, tim pora, pelayanan di imigrasi dan lain lain,” kata Krismono kanwilmenkumham Jatim Rabu (13/10/2021).

Adis Kadier juga mengapresiasi pelayanan di setiap satuan kerja (satker) di lingkungan kemenkumham Jatim yang sudah bersih, berkualitas dan bebas KKN. Bahkan banyak satker di Jatim menjadi proyek percontohan bagi satker lain di Indonesia.

” Hal ini bisa terwujud berkat kerja keras teman teman. Selain itu saya juga tegaskan kalau WBK dan WBBM itu hanya pengakuan saja. Yang penting adalah manusia yang bisa berubah dalam reformasi birokrasi,” tegasnya.

Related posts