RUU Cipta Kerja Menggemukkan Oligarki

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja semakin luas dan dengan kajian akademis yang mendalam.

Bahkan, ekonom senior Faisal Basri menyebut RUU Omnibus Law yang saat ini dibahas Rezim Pemerintahan Joko Widodo bersama DPR RI berbahaya bagi bangsa Indonesia.

Read More

banner 300250

“Saya menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja karena merugikan rakyat dan menggemukkan para oligarki, dan mengancam sendi-sendi kedaulatan negara,” kata Faisal Baari dalam ciutannya di media sosial, Selasa (18/8/2020).

Pendapat Faisal Basri ini mengingatkan kembali hasil Kajian Kritis Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merekomendasikan agar RUU Cipta Kerja ditarik kembali.

Dalam kajian FH UGM setebal 28 halaman, ada empat butir kesimpulan yang pada intinya menilai RUU Cipta Kerja harus ditarik alias berhenti dibahas.

Tim fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menarik beberapa kesimpulan:

Partama, RUU Cipta Kerja memiliki permasalahan-permasalahan krusial apabila ditinjau dari aspek metodologis, paradigma, dan substansi pengaturan di dalam bidang-bidang kebijakan.

Kedua, tim menyadari bahwa menciptakan Iklim Investasi yang kondusif untuk mewujudkan pembangunan memang panting, namun seyogyanya upaya ini perlu dibangun dengan tidak mengabaikan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development)

Ketiga, terdapat kantradiksi bahwa di satu sisi RUU ini dibuat dengan maksud untuk mengatasi permasalahan over regulated dan over-lapping pengaturan bidang terkait pembangunan dan investasi. Namun di sisi lain, RUU Cipta Kerja mensyaratkan adanya sekitar 500 aturan turunan sehingga berpotensi melahirkan hyper-reguiated dan pengaturan yang jauh lebih kompleks.

Keempat, partisipasi merupakan aspek pentung dalam penyusunan peraturan perundang-undangan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Oleh karena itu, Tim FH UGM  merekomendasikan bahwa RUU Cipta Kerja perlu ditarik kembali oleh pemerintah karena membutuhkan penyusunan ulang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat didalamnya.

Kajian dan analisa FH UGM sendiri disusun oleh:
Prof. Dr. Sigit Riyanto, S H , LL.M
Prof. Dr. Maria S.W Sumardjono, S H, MCL, MPA
Prof. Dr Eddy 0.S Hiariej S.H . M Hum.
Prof. Dr Sulistiowati S.H., M Hum.
Prof Dr. Ari Hernawun, S H , M Hum.
Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M
Dr. Tolok Dwi Diantoro, S.H., M.A.. LL.M.
Dr. Malinda Eka Yuiza, S. ,, LL.M.
I Gusti Agung Made Wardna, S.H., LL.M, PhD
Nabiyla Risfa Izzati S.H., LL.M.
Serta editor Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LLM (HR), Ph.D

banner 300x250

Related posts

banner 468x60