Samsat Pusat Tingkatkan Mutu Pelayanan untuk Wajib Pajak

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Apa yang sudah ada saat ini di Samsat Pusat terus dipertahankan, bahkan terus memberikan pelayanan yang lebih baik demi meningkatkan mutu pelayanan kepada wajib pajak (wp).

Eksternal hingga internal pun tak luput menjadi perhatian Kanit Samsat Jakarta Pusat AKP Anrianto  S.H., S.I.K yang baru menduduki jabatan ini, seperti melakukan pembenahan terhadap anggotanya dalam melayani wajib pajak (wp), yakni setiap petugas pelayanan Samsat diwajibkan selalu melakukan 3S (senyum, salam, sapa) kepada asyarakat (wp). Hal itu sangatlah penting agar tercipta kesejukan dan bersahabat dalam melayani.

Seperti kita ketahui selama ini Samsat Jakarta Pusat termasuk samsat yang sukses dalam  melayani wajib pajak seperti pelayanan STNK online, pengoperasian STNK keliling, pelayanan dor to dor hingga meluncurkan mobil  keliling merupakan upaya inovasi yang sinergi untuk tujuan pelayanan yang professional dan akuntabilitas.

Sedangkan pembenah eksternal antara lain calo yang setiap hari berkeliaran kini tak lagi tampak. Bahkan para pengantar wajib pajak tidak diperkenankan untuk masuk, pengantar diberi tempat di lobby bawah lantai satu.

Wajib pajak yang akan mengurus dokumen kendaraannya tersebut terlihat lebih nyaman dengan diberikannya pendingin ruangan ditambah kondisi didalam lebih bersih, sembari menunggu penyelesaian proses dokumen di loket loket yang telah disediakan.

“Udara di luar cukup panas pak, sedangkan di dalam ruangan sangat sejuk dan nyaman, tinggal menunggu dokumen perpanjangan STNK motor saya,” ujar Ari warga Pejambon Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).

Lain halnya dengan Rudi, berharap dan menghimbau kepada masyarakat Jakarta Pusat, agar dalam setiap pengurusan sebaiknya selalu melakukannya sendiri dan tidak menggunakan jasa calo, karena sudah diberikan kemudahan berupa informasi oleh petugas.

Apabila dalam melakukan pengurusan mengalami kendala petugas pelayanan Samsat akan membantu sesuai dengan kapasitasnya.

Pantauan LiraNews.com  di Samsat Pusat tersebut tidak terlihat antrian panjang pemohon (wp) yang berdiri di depan loket untuk mengurus dokumen kendaraan.

Wajib pajak (pemohon) tampak terlihat duduk duduk santai menanti di sebuah ruangan yang sudah disediakan di depan loket. Selain itu ruangan  pun ber AC. Cerminan ini bukanlah isapan jempol belaka, pemandangan ini sudah berlangsung setiap hari.

Seperti diketahui, Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkat Samsat), atau dalam  bahasa Inggris One Roof System, adaalah suatu sistem adraministrasi yang dibentuk untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung. Contohnya dalam hal pengurusan dokumen kendaraan bermotor.

Samsat merupakan suatu sistem kerjasama secara terpadu antara Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanan untuk menerbitkan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas negara baik melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendanraan Bermotor,r dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLJJ), dan  dilaksanakan pada satu kantor yang dinamakan “Kantor Bersama Samsat”.

Dalam hal inilah, Polri memiliki fungsi penerbitan STNK; Dinas Pendapatan Provinsi menetapkan besarnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB); sedangkan PT Jasa Raharja mengelola Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Disisi lain Kanit Samsat Pusat memberikan perhatikan lebih kepada wajib pajak yang sedang melaksanakan ibadah puasa (Senin-Kamis) dan shalat di Masjid Al-akhyar yang berada di dalam lingkungan Samsat, dimana jemaah yang menjalankannya diberikan cuma-cuma makan minum untuk berbuka.

“Wah, saya merasa terharu pak, masih ada perhatian kepada umat yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” pungkas salah seorang wajib pajak.

Samsat Pusat juga memberikan perhatian khusus bagi wajib pajak perihal protokol kesehatan yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kluster baru virus corona.

Pihak Samsat Pusat pun telah memberlakukan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak).

Disamping itu pula setiap wajib pajak harus melakukan pengukuran suhu badan terlebih dahulu sebelum masuk kedalam gedung Samsat Pusat.

Pembuatan STNK Baru Kendaraan Roda 2, Roda 3, Roda 4, dan Lebih

Nama Biaya Pembuatan STNK Kendaraan Roda 2 (sepeda motor) dan Roda 3
Pembuatan Baru Rp 100.000
Perpanjangan (per 5 tahun) Rp 100.000

Nama Biaya Pembuatan STNK Kendaraan Roda 4 (mobil) atau lebih
Pembuatan Baru Rp 200.000
Perpanjangan (per 5 tahun) Rp 200.000
Pengesahan STNK

Nama Biaya Pengesahan STNK Roda 2 atau Roda 3 (per tahun) Rp 25.000
Roda 4 atau Lebih Rp 50.000
Pembuatan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

Nama Biaya Pembuatan STNK Kendaraan Roda 2 (sepeda motor) dan Roda 3
Pembuatan Baru Rp 225.000
Ganti Kepemilikan Rp 225.000

Nama Biaya Pembuatan STNK Kendaraan Roda 4 (mobil) atau lebih
Pembuatan Baru Rp 375.000
Ganti Kepemilikan Rp 375.000
Pembuatan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)

Kendaraan Biaya
Roda 2 atau Roda 3 Rp 60.000
Roda 4 atau Lebih Rp 100.000

Pengesahan/Perpanjangan STNK Kendaraan Roda 2, Roda 3, Roda 4, dan Lebih (Per 1 Tahun)

Nama Biaya Motor Mobil
BBN-KB xx xxx xxx xxx xx xxx xxx xxx
PKB Rp 228.000 (misalkan) Rp 1.400.000 (misalkan)
SWDKLLJ Rp 35.000 Rp 143.000
Biaya Adm. STNK Rp 25.000 (tarif baru) Rp 50.000 (tarif baru)
Biaya Adm. TNKB  –  –
Jumlah Rp 288.000 Rp 1.593.000. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60