Sekolah Di Zona Kuning Dan Hijau Boleh Belajar Mengajar Tatap Muka

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Pemerintah berencana membolehkan sekolah yang berada di daerah zona kuning memulai kembali kegiatan belajar tatap muka secara langsung. Sebelumnya, hanya wilayah zona hijau yang dibolehkan membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat konferensi pers bersama Mendikbud Nadiem Makarim dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

“Ada 163 zona kuning yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka tetapi sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Doni, Jumat (7/8).

Menurutnya, syarat pembelajaran tatap muka di zona kuning pun sama seperti pembukaan sekolah di zona hijau.

“Polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya keputusan untuk memulai sekolah atau belajar tatap muka juga dikembalikan kepada daerah, para bupati,” jelas Doni.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Muhammad Hudori mengatakan, pemerintah membolehkan sekolah di zona kuning dan hijau untuk membuka kegiatan belajar tatap muka langsung. Hal ini sebagai respon surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelengaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,

Namun, dia memberikan beberapa catatan kepada pemerintah daerah (pemda) yang hendak membuka sekolah di zona hijau dan kuning virus Corona (Covid-19). Pemda setempat diminta untuk memastikan setiap satuan pendidikan di wilayahnya yang hendak membuka sekolah telah mengisi daftar yang ada di laman Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hal ini ditujukan guna melihat kesiapan sekolah untuk membuka pembelajaran tatap muka.

“Bagi daerah dengan zona hijau dan kuning yang akan melakukan pembelajaran tatap muka, harus dipastikan agar seluruh satuan pendidikan mengisi daftar periksa dalam laman Dapodik untuk memenuhi kesiapan satuan pendidikan,” kata dalam telekonferensi yang disiarkan di YouTube Kemendikbud RI pada Jumat (7/8/2020).

Pemda juga juga diminta tidak boleh mengizinkan pembelajaran tatap muka di sekolah yang belum memenuhi semua daftar periksa. Begitu juga, jika ada sekolah yang sudah memenuhi daftar periksa, namun kepala satuan pendidikan menyatakan belum siap.

“Pemerintah daerah harus memastikan adanya sinkronisasi pusat dan daerah dari aspek perencanaan, implementasi kebijakan dan pengendalian serta evaluasi pelaksanaan urusan pendidikan yang aman di Masa Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Hudori mengatakan sekolah tidak diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka jika belum mengisi daftar periksa yang ada di laman Dapodik serta tidak mendapat izin dari Satgas Covid-19.

“Tidak diperbolehkan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan bagi satuan pendidikan yang belum memenuhi daftar periksa, kemudian satuan pendidikan yang sudah memenuhi daftar periksa namun kepala satgas menyatakan belum siap,” ujar Hudori.

Karena itu, jika dalam pelaksanaan pendidikan di wilayah zona hijau maupun kuning, ditemukan kasus positif maka Pemerintah daerah wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka.

“Sesuai kewenangan di zona hijau dan kuning, Pemerintah daerah wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan melakukan pembelajaran dari rumah apabila ditemukan kasus positif di satuan pendidikan atau di tingkat rasio di daerahnya jadi zona oranye dan merah,” ungkapnya.

Hudori mengimbau agar pemda provinsi, kabupaten/kota sesuai kewenangannya dalam zona hijau dan kuning wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan melakukan belajar dari rumah apabila ditemukan kasus konfirmasi positif di satuan pendidikan atau tingkat rasio di daerahnya berubah jadi zona oranye atau merah.

“Dukungan oleh pemda, pertama bagi daerah dengan zona hijau dan kuning yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka agar memastikan seluruh kepala satuan pendidikan mengisi daftar periksa untuk memenuhi kesiapan satuan pendidikan,” ujar Hudori. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60