Selly Andriany Gantina: Manajemen Komunikasi Politik Pemerintah Perlu Dibenahi

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Kepanikan masyarakat terkait wabah virus corona atau Covid-19 mulai menjalar. Tak kurang dari masyarakat, para tokoh, hingga netizen di social media berkomentar menunjukkan respon kurang mengenakkan terhadap krisis penanggulangan Covid-19 ini.

Sebagai suatu manajemen krisis, pemerintah dianggap tidak serius karena kebijakan yang dirasakan masyarakat masih belum menunjukkan respon yang positif.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyatakan, tahap manajemen krisis dalam penanggulangan Covid-19 ini harus dibenahi bersama-sama.

“Sekarang kan tahap manajemen krisis, karena darurat bencana. Harusnya kita bisa berpikir jernih. Kebijakan kan sifatnya deliberatif, jadi jangan bergantung. Saatnya sekarang kita semua ambil bagian” kata Selly kepada para wartawan, Senin (30/03/2020).

Mantan Wakil Bupati Cirebon ini menyerukan, untuk ada langkah perbaikan yang dilakukan semua komponen.

“Yang saya maksud jangan bergantung itu, ya jangan mudah melemparkan kesalahan. Tidak ada negara di dunia ini yang benar-benar expert hadapi wabah. Semua pasti alami fase kaget, terus krisis seperti kita sekarang. Untuk itu manajemen krisisnya kita perbaiki terus. Pemerintah bentuk kebijakan yang mengangkat peran masyarakat luas, biar apa? Ya biar masyarakat terlibat dalam satu kesatuan,” ujarnya.

Menurut politisi PDIP tersebut, manajemen krisis yang paling penting sekarang adalah percepatan kualitas dan kuantitas faskes.

“Terus paket ekonomi, gimana caranya substitusi pendapatan rakyat. Terus gimana menjaga derek angka inflasi, apalagi mau inflasi rutin seperti Ramadhan besok,” tuturnya.

Yang tidak kalah penting, tukas Selly, adalah manajemen komunikasi politik yang deliberatif.

“Artinya mengatur dan memastikan masyarakat tenang, tidak panik, dan merasa berdaya karena kebijakan. Bukan malah merasa tertekan,” ungkapnya.

Selly tidak menampik jika manajemen komunikasi politik pemerintah masih perlu dibenahi.

“Ya tentu masih perlu dibenahi. Biar jadi satu kesatuan gerak dalam darurat bencana, ya masyarakat digandeng dengan kebijakan. Jangan bicara yang mengambang. Bicara yang taktis dan terukur. Informasi dari Pemerintah itu bikin situasi jadi jelas, bukan malah keruh. Biar makin sempit ruang bagi dukun-dukun untuk manfaatkan momen krisis ini,” tambah legislator asal Dapil Jabar 8 tersebut.

Lebih lanjut Selly berpendapat, negara tidak akan kalah dengan wabah Covid-19 ini.

“Ya definisinya tidak akan kalah dengan dukun-dukun yang ambil momen krisis untuk jadi spekulan, jadi penimbun alkes, jadi penghasut. Jangan ada yang ambil keuntungan dari situasi krisis ini. Penegak hukum pastikan itu” tegasnya.

Untuk itu, anggota Komisi DPR RI yang membidangi sosial agama dan kebencanaan ini mengajak, pemerintah bangun sinergi yang kuat dengan Daerah begitu juga sebaliknya.

“Bangun sinergi dengan daerah itu urgent. Pemerintah daerah juga lakukan fungsi koordinasi, jangan malah manfaatkan momen,” sarannya.

Selly pun menambahkan, kunci manajemen krisis adalah pelibatan semakin banyak komponen atau gotong-royong.

“Masyarakat dilibatkan dengan kesadaran. Biar masyarakat juga bersikap hati-hati hadapi wabah ini, karena mereka juga dilibatkan sebagai bagian implementasi dari kebijakan Pemerintah,” pungkasnya. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60