Seruan alumni ITB untuk United Nations (UN) dan Seluruh Kepala Negara

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Mengingat semakin mewabahnya Covid-19 di setiap negara dan untuk menghindari akibat yang lebih mengerikan bagi masa depan manusia maka Syarikat Alumni ITB mendesak kepada United Nations (UN) dan seluruh Kepala Negara termasuk pemerintah RI agar melakukan Lockdown secara serentak di seluruh dunia sekurang-kurangnya 21 hari.

“Lockdown dimaksud adalah dihentikannya seluruh transportasi publik, mobilitas warga keluar masuk rumah dan lingkungannya, kecuali utk otoritas berwenang (tenaga medis dan petugas keamanan),” ujar Ketua Umum Syarikat Alumni ITB, Muslim Armas.

Tanpa Lockdown secara serentak, jelasnya, maka Covid-19 akan terus tersebar selama obat penyembuh belum ditemukan. Nun, sebelum Lockdown secara serentak, perlu diberi waktu agar seluruh warga menyiapkan bekal makanan untuk 1 bulan.

“Bagi warga yang tidak mampu, diwajibkan kepada pemerintah agar memberikan bantuan bekal makanan pokok 1 bulan kepada warga tidak mampu tersebut,” terang Muslim.

Kepada penjual kebutuhan pokok dan alat kesehatan serta obat-obatan dan vitamin, tegasnya, tidak dibenarkan menaikkan harga dan jika tetap menaikkan harga maka akan diberi sanksi pidana dan perdata. Dan bagi yang tidak mematuhi Lockdown dapat ditahan dan dikenakan sanksi perdata dan pidana.

Sementara bagi yang punya kepentingan mendesak harus meminta izin dulu dari otoritas baru boleh keluar rumah kecuali pekerja/warga tertentu yang dikecualikan dalam Lockdown ini. Perlu juga ditetapkan kondisi force majeure sehingga tidak ada yang dirugikan dalam transaksi bisnis apa pun.

Dia mengingatkan, negara bertanggungjawab menjaga keamanan dan menyediakan fasilitas kesehatan bagi yang sakit terutama yang diduga terkena Covid-19. Harus ada alat test Covid-19 dalam jumlah yang memadai agar bisa dideteksi secepatnya orang-orang yang tertular Covid-19. Fasilitas Alat Pelindung Diri untuk tim medis harus disiapkan secara memadai agar tim medis tidak tertular Covid-19.

Selama masa persiapan Lockdown, edukasi dan sosialisasi terhadap Corona dan Lockdown harus terus menerus dilakukan. Jika ada negara yang tidak mau melakukan Lockdown, maka Dunia Internasional akan mengembargo negara tersebut.

Keselamatan manusia haruslah diatas kepentingan ekonomi, sehingga seberapa berat pun resiko ekonomi yang ditanggung, keputusan lockdown secara serentak di seluruh dunia harus diambil demi menyelamatkan nyawa manusia.

“Justru jika lockdown serentak ini bisa dilalui dengan baik akan mengembalikan kondisi perekonomian seperti semula. Jangan sampai keputusan yang diambil ketika keadaan sudah sangat terlambat,” pungkasnya. LN-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60