SMK Taman Siswa “Dituding Bajak” Siswa SMK Dhuafa Padang

Gravatar Image
  • Whatsapp

Padang, LiraNews – SMK Taman Siswa “Dituding “membajak” 72 siswa SMK Dhuafa Yayasan Bina Nusantara Isafat Padang. Padahal ke 72 siswa itu sudah terkunci dalam daftar dapodik (Data Pokok Pendidikan) SMK Dhuafa.

Berbagai upaya sudah dilakukan pihak SMK Dhuafa untuk mengembalikan anak didiknya itu, termasuk menyurati FKKSS (Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta), namun hasilnya masih nihil.

“Saya sudah mencoba untuk memediasinya, namun pihak SMK Taman Siswa yang menjadi biang kerok masalah ini tak mau hadir ketika diminta diadakan pertemuan kedua belah pihak. Bahkan sudah berulangkali disurati, pihak SMK Taman Siswa nampaknya tak ada niat untuk mengembalikan ke 72 siswa SMK Dhuafa ini”, ujar Nofrizal ketua FKKSS (Forum Komunikasi Sekolah Swasta) kota Padang, Jumat (14/01/2022).

Nofrizal mengaku sudah berulangkali mendatangani pihak sekolah SMK Taman Siswa, namun tak membuahkan hasil. Sebab kepala SMK Taman Siswa selalu mangkir ketika diajak untuk bernegosiasi soal ini, tuturnya.

Terpisah, Esnetti, S.Pd, MM kepala SMK Dhuafa Padang kepada Liranews.com, Kamis (12/01/2022), mengaku dirinya kaget dan tak tahu kenapa hal itu terjadi. Sebab, sebelum kepindahan secara “galodo” siswa SMK Dhuafa yang bernaung dibawah yayasan Isafat itu tinggal di Yayasan yang berlokasi di atom shoping jalan Imam Bonjol Padang.

Kepindahan itu menurut Esnetti, terjadi akhir tahun 2021 lalu, tanpa diketahui penyebab pastinya, yang jelas tanggal 13 Desember 2021, pihak sekolah menengah kejuruan Dhuafa Padang, menyurati ketua FKKS (Forum Komunikasi Kepala Sekolah) minta menjembatani pemindahan kembali para siswa SMK ini ke Yayasan Bina Nusantara Isafat. Tapi, sepertinya pihak FKKS juga menemui jalan buntu. buktinya ke 72 siswa itu masih belajar di SMK Taman Siswa Padang.

Kronologis

Esnetti juga menceritakan kronologis kepindahan siswa SMK Dhuafa ke SMK Taman Siswa Padang itu. Bahkan, yang bersangkutan mengaku terenyuh dengan kondisi ini, sebab para siswa SMK Dhuafa yang “dibajak” SMK Taman Siswa masih terdaftar dalam data dapodik SMK Dhuafa. “apabila pihak SMK Taman Siswa tidak mau mengembalikan ke 72 siswa SMK Dhuafa itu ke sekolah asalnya, maka mereka bisa-bisa tidak masuk dalam daftar dapodik SMK Taman Siswa, sehingga mereka bisa dianggap ilgal”, tuturnya

Lebih jauh Esnetti menceritakan, karena SMK Dhuafa yang bernaung dibawah Yayasan Bina Nusantara Isafat yang juga mengelola pantia Dhuafa di kota Padang, adalah sekolah gratis, maka untuk mempermudahkan para siswa ini belajar, mereka disatukan dalam satu asrama yang ditumpangkan di komplek pertokoan Atom Shoping Padang.

Komplek pertokoan ini terletak di jalan Imam Bonjong Padang dan merupakan salah satu kawasan tersibuk jika siang hari.

Di komplek Atom Shoping ini, para siswa didampingi Afrida Hasan dari Yayasan Bina Nusantara Isafat sebagai ibu asrama. Disisi lain, Afrida Hasan juga punya Yayasan lain, yaitu Yayasan Rahmatan Lilalamin yang berkantor di jalan Sawahan IV NO. 11 Padang. Dalam perjalanannya, Afrida Hasan juga sempat menjadi bendaharawan Komite SMK 6 Padang.

Dengan kondisi ini, pertengahan tahun 2021 lalu, Afrida Hasan bermasalah dengan pihak sekolah SMK 6, yaitu bobolnya kas komite, namun Esnetti sebagai kepala sekolah SMK Dhuafa tak tahu menahu dengan peristiwa di SMK 6 itu, tiba-tiba dimintai bantuan pihak sekolah SMK 6 untuk menjembatani penyelesaian masalah tersebut. Karena sama-sama bernaung dalam Yayasan Bina Nusantara Isafat, menurut Esnetti, pihaknya merasa terpanggil untuk membantu penyelesaian masalah ini.

Setelah permasalahan di SMK 6 selesai, entah bagaimana mulanya, “saya tak tahu persis”, ujar Esnetti, tiba-tiba yang bersangkutan juga bermasalah dengan pengelola komplek atom shoping Imam Bonjol yang berujung dikeluarkannya para siswa ini dari komplek Atom Shoping, dan tanpa adanya laporan kepada pihak Yayasan Bina Nusantara Isafat oleh Afrida Hasan anak-anak tersebut dipindahkan ke Yayasan Rahmatan Lil Alamin milik Afrida Hasan. Bahkan ada diantaranya yang pulang ke rumah orangtuanya.

Esnetti yang kemudian mendapat informasi itu langsung melakukan upaya pengembalian para siswa yang sudah tidak belajar lagi di SMK Dhuafa Padang. “Saya datangi para orangtua siswa agar anaknya kembali masuk sekolah. Awalnya orangtua siswa ini berjanji untuk mengembalikan para siswa ini ke SMK Dhuafa. Namun, entah apa sebabnya tiba-tiba semua siswa ini sudah masuk aja ke SMK Taman Siswa Padang”, ujarnya.

Mendapati kondisi ini, Esnetti mengaku miris sekali dan berupaya mengembalikan para siswa ke SMK Dhuafa, tapi justru tak berhasil. Sebagai jalan terakhir, pihaknya menyurati FKKSS Kota Padang. “Kini kasusnya sudah ditangan pihak FKKSS, kita menunggu penyelesaian dari pihak FKKSS”, tukas Esnetti.

Ketua FKKSS Kota Padang, Nofrizal mengaku juga sudah menjembatani masalah ini dengan mengajak kepala SMK Taman Siswa untuk duduk satu meja guna membicarakan masalah ini, namun belum membuahkan hasil. “Saya sudah surati juga pihak sekolah, tapi taka da tanggapan”, ujar Nofrizal. LN-Erisman

Related posts