Staf Kepresidenan Tuding Aksi 411, 212 Bentuk Gerakan Radikalisme

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews.com – Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Chrisma Aryani Albandjar mengatakan bahwa radikalisme merupakan salah satu bibit terorisme. Salah satu bentuk eksistensi gerakan radikalisme tersebut adalah dengan memperluas populasi.

“Kita lihat dalam aksi 411, 212 dan angka-angka selanjutnya adalah gerakan orang mayoritas, yaitu orang Islam. Namun mengapa yang mayoritas melakukan demonstrasi, bukankah itu adalah kebiasaan orang minoritas, dan aksi itu merupakan gerakan mencari panggung, saya lihat aksi itu adalah untuk mempertahankan followernya, dan itu salah satu bentuk yang dilakukan gerakan radikal,” ujar Chrisma dalam diskusi di Habibie Center, beberapa waktu lalu.

Sebetulnya, kata Chrisma, gerakan aksi 411 dan 212 adalah gerakan minoritas yang mengajak partisipan lainnya, sehingga aksi-aksi seperti ini akan selalu eksis. Dengan banyaknya peserta aksi dan kemudian aksi itu ditengok orang, karenanya aksi ini akan selalu eksis.

Menurutnya, gerakan-gerakan radikal seperti ini bukan hanya di Indonesia. Mereka berusaha mengubah dasar negara dan kebudayaan yang sudah melekat, yang kadang juga turut diboikot.

“Bukan hanya di Indonesia, gerakan-gerakan radikal itu akan melakukan aksi aksi serupa untuk memperbanyak populasinya, dan gerakan ini akan mengubah dasar negara serta melakukan perubahan fundamental, misal dengan pelarangan cium tangan,” katanya.

Dia juga menuding bahwa gerakan radikal ini akan mengupayakan bagaimana memperbanyak populasi dan salah satunya adalah dengan menyetir ketidakpuasan masyarakat. LN-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60