Sudutkan Islam dan Dukung Karikatur Nabi Muhammad SAW, PKS: Pikiran Macron Kerdil

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (23/10/2020) yang menyudutkan agama Islam dan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W., oleh majalah satire Charlie Hebdo menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, ucapan tersebut menunjukkan pikiran Macron kerdil dan dapat membahayakan upaya membangun dunia yang harmonis.

Read More

banner 300250

“Simbol agama adalah sakral bagi pemeluknya. Bagi ummat Islam, Nabi Muhammad SAW adalah sosok paling penting. Ucapan Macron jelas melukai hati ummat Islam di seluruh dunia, kita sangat marah atas penghinaan ini,” kata Sukamta, Rabu (28/10/2020).

Sukamta menilai, Macron telah memantik Islamofobia, juga mendorong kebencian terhadap pemeluk agama.

“Ucapannya sesungguhnya telah menodai prinsip-prinsip kebebasan dan nilai-nilai universal,” ujarnya.

Menurut Sukamta, yang lebih memprihatinkan ucapan Macron ini sangat tendesius.

Dirinya menduga Macron sedang berupaya mendapat dukungan politik dari kelompok sayap kanan dan esktrem kanan di Prancis.

“Beberapa analisa menyebut tujuan Macron adalah terpilih kembali pada 2022, maka dia membuat isu soal keamanan yang selama ini menjadi titik lemahnya,” ungkap Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Sukamta berpendapat, hal ini semakin menunjukkan betapa kerdilnya pikiran Macron karena jualan isu ancaman agama hanya untuk kepentingan politik pribadi.

“Dirinya telah membuat Prancis jatuh martabatnya sebagai negara demokrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut anggota Banggar DPR RI ini memberikan apresiasi positif kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang telah memanggil Duta Besar Prancis hari ini (27/10/2020) dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis.

“Kita harap Pemerintah Indonesia juga proaktif untuk berkomunikasi dengan negara-negara OKI, mendorong ada pernyataan bersama oleh OKI mengecam pernyatan Macron,” tuturnya.

Sukamta mengimbau, Pemerintah melalui KBRI di negara-negara Eropa juga perlu meningkatkan pengawasan dan penjagaan kepada masyarakat Indonesia yang ada di sana.

“Karena sangat mungkin ucapan Macron ini akan meningkatkan kekerasan kelompok ultra kanan kepada kaum muslimin dan imigran,” pungkas legislator asal Dapil DI Yogyakarta ini.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60