Sutija Dipanggil Polda, DPD LSM LIRA Tetap Kawal

  • Whatsapp
banner 468x60

Lumajang, LiraNews – Kembali lagi, Sutijah bersama dengan anaknya, Ike Nurlia warga Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang datangi Mapolda Jawa Timur, Surabaya, siang tadi, untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pencemaran nama baik seorang pejabat oleh PT Lautan Udang Indonesia Sejahtera (LUIS) di Kabupaten Lumajang, yang didampingi sejumlah kuasa hukumnya.

Dalam proses pemanggilan tersebut, terlihat Sutija membawa secarik kertas yang bergambar peta lahan garapan miliknya yang telah diuruk oleh PT LUIS untuk dijadikan tambak udang. Dengan spontan, Sutija mengatakan kalau lahan garapannya tersebut sebelum tahun 2019 masih dalam kondisi persawahan.
“Setelah ada Hak Guna Usaha (HGU) dari PT LUIS inilah, lahan saya diuruk, lihat ini di peta,” katanya sambari menunjukan lokasi di peta tersebut.

Sutija, juga tidak mau diberikan kompensasi atas lahan hasil perjuangan suaminya tersebut, diganti dengan lahan sawah yang lain.

Pada pemberitaan sebelumnya, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) juga dipanggil oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, beberapa waktu yang lalu, dimintai keterangan sebagai saksi juga.

DPD LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Lumajang, juga sempat memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhum Salim Kancil, Sutija, Senin (13/7) lalu.

Hal ini dilakukan atas instruksi dari DPP LSM LIRA, agar DPD Kabupaten Lumajang, bisa memberikan support dan menciptakan ketenangan serta ketentraman kepada Sutija beserta keluarganya.

“Kali ini kami juga akan terus mengawal terkait dengan persoalan yang dialami oleh keluarga Almarhum Salim Kancil ini, jika ada masalah hukum dalam perkara penyerobotan lahan garapan HGU milik Sutija oleh PT LUIS. Dan termasuk dengan beberapa persoalan yang ada di wilayahnya,” ungkap Bupati DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara kepada media ini.

Berdasarkan hal investigasi dilapangan, Angga menyampaikan kalau Sutija ini berkeinginan agar lahan garapannya bisa dikerjakan kembali seperti semula seluas 2 petak lahan HGU.

“Jika diarea lahan HGU milik PT LUIS ini secara terus menerus menimbulkan konflik yang berkepanjangan dengan warga setempat, maka tidak menutup kemungkinan izinnya akan dicabut,” ujarnya lagi.

Dari hasil investigasi DPD LSM LIRA Kabupaten Lumajang, dikatakan Angga, pihaknya akan mengkaji lebih dalam lagi terkait hal tersebut, agar bisa ditemukan solusi terbaiknya demi kemaslahatan bersama.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, dari sumber berita: http://www.majalahperwira.com bahwa Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq), telah dipanggil Polda Jatim, setelah membela istri almarhum Salim Kancil yang tanahnya diduga diserobot pengusaha tambang. Thoriq mendatangi Polda Jatim bersama istri almarhum Salim Kancil. Dia mengaku dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan pengusaha tambang di Lumajang.

“Kami dipanggil teman-teman di Polda, di Ditreskrimsus berkenaan dengan laporan yang nanti akan saya konfirmasikan siapa yang keberatan. Yang penting dari semua itu berkenaan dengan tanah yang digarap atau sawah yang digarap istrinya almarhum Salim Kancil,” kata Thoriq di Mapolda Jatim.

Dihubungi terpisah Wakil Presiden DPP LSM LIRA Bidang Hukum dan OKK, Irham Maulidy menyampaikan bahwa permasalahan bisnis tambang pasir Lumajang memang sangat menjanjikan, pasti banyak yang berkepentingan termasuk pemodal besar.

“Kami mendukung langkah Bupati Lumajang untuk melakukan penataan dalam pengelolaan tambang pasir, sehingga kekayaan alam tersebut dapat betul betul bermanfaat dan menjadi sumber PAD bagi Lumajang,” ujar Irham.

Irham menambahkan, bila ada pihak-pihak yang merasa terusik dengan langkah tegas Bupati sehingga berbuntut pada permasalahan hukum, maka LSM LIRA siap mendampingi Bupati Lumajang dalam upaya menegakkan kebenaran.

“Insya Allah Bupati Lumajang tidak akan sendirian, kami aktivis LSM LIRA se Jawa Timur siap mendampingi bila Polda Jatim kembali memanggil beliau,” tutup Irham dalam sambungan telpon waktu itu.

Laporan kepada Thoriq itu dilayangkan salahsatu pengusaha tambang di Lumajang. Kasus dugaan pencemaran nama baik ini bermula dari statemen Thoriq yang mengatakan tanah almarhum Salim Kancil diserobot pengusaha tambang yang bukan haknya yang disiarkan melalui channel Youtube Lumajang TV. Mendengar pernyataan Thoriq itu pengusaha tambang berang dan melaporkannya ke Polda Jatim. LN-AFU/TIK

banner 300x250

Related posts

banner 468x60