Tak Ada Keadaan Memaksa, Kamhar Lakumani: KLB Hanya Mengatasnamakan Partai Demokrat

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews– Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyatakan, partainya tidak pernah mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketua Umum (Ketum) pengganti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kami tegaskan tidak ada KLB di Partai Demokrat. Jika ada yang mengatasnamakan Partai Demokrat untuk menyelenggarakan KLB, itu pasti ilegal,” kata Kamhar kepada para awak media, Jumat (5/3/2021).

Read More

banner 300250

Kamhar menyatakan, DPP Partai Demokrat belum pernah mengeluarkan SK Kepanitiaan tentang penyelenggaraan KLB.

“Jika ada demikian, itu berarti makar, tak sesuai konstitusi Partai Demokrat dan tak punya legal standing,” jelas Kamhar.

Apalagi, lanjut Kamhar, para pihak yang mengusung KLB merupakan para kader yang telah dipecat dari keanggotaan Partai Demokrat.

“Mereka sama sekali tak punya hak untuk membawa-bawa nama Partai Demokrat dan menggunakan atribut Partai Demokrat,” tutur Kamhar.

Mencermati kondisi Partai Demokrat saat ini, ungkap Kamhar Lakumani, tak ada keadaan memaksa atau raison d’etre yang memadai untuk diselenggarakan KLB.

“Malah sebaliknya kepengurusan dibawah kepemimpinan Mas Ketum AHY harus diapresiasi karena memiliki banyak pencapaian. Bahkan hasil survei terakhir beberapa lembaga survei, Partai Demokrat telah masuk tiga besar dengan persentase elektabilitas double digit,” terang Kamhar.

Kamhar pun memandang, Gerakan Pengambilalihan Kepemimipinan Partai Demokrat (GPK PD)
Ini murni sebagai praktek ‘pelacuran’ kader dan para mantan kader yang terobsesi kekuasaan di satu sisi dan praktek mempertontonkan arogansi kekuasaan di sisi lainnya.

“Di mana Moeldoko yang juga Kepala Staf Presiden berambisi mengambil alih Partai Demokrat untuk pemenuhan syahwat politiknya pada 2024 nanti,” sambung Kamhar.

Kamhar mengungkapkan, hal ini bukanlah hanya persoalan internal Partai Demokrat semata, karena tak ada sama sekali persoalan atau riak-riak dari segenap kader yang memiliki legal standing atau pemilik suara sah yaitu 34 orang Ketua DPD dan 514 orang Ketua DPC.

“Ini terbaca sebagai operasi yang dimotori aktor eksternal yang terafiliasi dengan kekuasaan yang menggunakan tangan para mantan kader dan segelintir kader yang diduga tergiur kekuasaan dan rupiah,” beberapa Kamhar.

Lebih lanjut, Kamhar meyakini, hal ini bukan hanya indikasi praktek kekuasaan yang mengancam kedaulatan Partai Demokrat, namun lebih jauh dari itu, hal ini mengancam eksistensi demokrasi yang kita perjuangkan bersama sebagai agenda reformasi.

“Sekali lagi kami pastikan tak ada Ketua DPD dan Ketua DPC yang sah menghadiri kegiatan KLB abal-abal tersebut. Semuanya masih waras,” pungkas Kamhar Lakumani. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60