Tanggapi Kritikan Rocky Gerung, Wanto PDIP: Harusnya Makin Pintar Seseorang Makin Rendah Hati dan Santun

Gravatar Image
  • Whatsapp
Wanto Sugito alias Klutuk, Ketua Umum Repdem/Ketua DPC PDIP Tangsel

Jakarta, LiraNews – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel Wanto Sugito menanggapi enteng tuduhan Rocky Gerung yang mengatakan Puan Maharani dan Ganjar Pranowo itu bodoh, hanya karena tidak mengungkapkan berbagai diksi dalam the new grammar of world’s politic.

“Pernyataan Rocky Gerung justru membodohi diri sendiri. Dalam budaya timur, semakin pintar seseorang, semakin rendah hati dan santun,” kata Wanto

Read More
banner 300250

Kata Wanto, Rocky Gerung sesuai namanya hanyalah petinju intelektual, yang mengomersialkan pemikirannya, bukan menggunakan pemikiran bagi peningkatan peradaban bangsa.

Wanto yang juga Ketua Umum Repdem menegaskan bahwa Rocky Gerung memang pintar di mulut, namun dangkal di pemikiran, dan rendah kebijaksanaan.

“Diksi yang dipakai Rocky Gerung untuk mengukur kepintaran itu dari Barat. Indonesia jauh lebih maju. Diksi kolaborasi itu kalah dengan gotong royong. Gender equality itu kalah dengan prinsip kebangsaan yang menjadi jiwa semangat persatuan. Dalam prinsip kebangsaan ini, tidak hanya gender yang setara, tetapi suku, agama, status sosial, semua warga negara setara. Jadi Indonesia jauh lebih maju pemahaman politiknya,” tegas Wanto.

Apalagi urusan human right, kata Wanto Indonesia lebih maju dari Piagam PBB karena kemerdekaan Indonesia itu untuk membangun dunia yang bebas dari segala penjajahan.

Atas berbagai kedalaman alam pikir dalam diksi politik di Indonesia tersebut, nampak yang tidak paham itu justru Rocky Gerung. “Jadi Rocky sebaiknya menjadi petarung intelektual saja, pesilat kata-kata.”

Karena itulah, bagi Wanto, melihat Rocky Gerung jangan gunakan etika, dan moral. Apalagi kebijaksanaan. Kata-kata Rocky Gerung itu penting untuk menggambarkan kehadiran benalu dalam politik.

Rocky Gerung

Sebelumnya, Rocky Gerung mengatakan upaya menaikkan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR Puan Maharani merupakan hal yang konyol.

Rocky awalnya bicara soal perbincangannya dengan kaum milenial di Indonesia dan beberapa negara. Kaum milenial tersebut heran atas isu-isu politik yang ramai di Indonesia.

“Mereka mendengar kekonyolan-kekonyolan dalam politik kita, banteng vs celeng. Dia bingung,” kata Rocky dalam diskusi ‘Memprediksi Kemunculan Capres Ala Pembagian Wilayah Penanganan Covid (Jawa Bali – Non Jawa Bali)’ yang digelar KedaiKOPI, Jumat (15/10/2021).

“Kaum milenial yang 2024 nanti akan memilih mau lihat pertengkaran akademis di dunia politik Indonesia sama seperti pertengkaran di luar negeri. Soal gender equality, new kind of economy. Kok kita enggak denger ya Puan ngomong itu. Om yang rambutnya kayak bintang film putih itu, Ganjar Pranowo, ngomong itu. Kok kita enggak lihat Kang Emil omong itu,” tandas Rocky Gerung.

Related posts