Tegas Menutup Pabrik Semen Cina, Bupati Bolaang Mongondouw Jadi Tersangka

  • Whatsapp
banner 468x60

Bolmong, LiraNews.com – Ketegasan Bupati Bolaang Mongondouw (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow, menutup aktivitas perusahaan semen PT. Conch North Sulawesi Cement berujung ditetapkannya sebagai tersangka.

Mantan Ketua Komisi V DPR RI ini resmi menyandang tersangka setelah Polisi Sulut gelar perkara, Selasa lalu dalam kasus perusakan terhadap pabrik semen asing, PT Conch yang terjadi bulan lalu.

Gelar perkara oleh internal penyidik dan menilai cukup bukti untuk menetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah tetapkan tersangka, karena berdasarkan keterangan dari kurang lebih 13 Satpol PP semuanya mengatakan perusakan itu atas perintah Yasti,” jelas Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Ibrahim memaparkan, dari hasil pengembangan dan pendalaman terhadap bukti-bukti pidana.

Yasti melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP atau Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP Jo Pasal 52 KUHP Jo Pasal 55,56 KUHP atau Pasal 406 KUHP Jo Pasal 52 KUHP Jo Pasal 55,56 KUHP.

Sebelumnya. dalam rapat bersama, yang dipimpin langsung Bupati didampingi Wakil Bupati Yanny R Tuuk, diruang rapat kantor Bupati antara manajemen PT. Conch North Sulawesi Cement, PT. Sulenco Bohusami Cement, menemukan sejumlah kejanggalan termasuk masalah perizinan.

Rapat yang dilakukan bersama perangkat daerah Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Disperindag serta para Asisten, Yasti mengambil tindakan tegas menutup pabrik semen dari Cina itu.

“Karena tidak memiliki izin maka saya tutup. Tidak boleh ada kegiatan apa pun sampai perizinan dilengkapi,” tegas Bupati.

Yasti-pun menegaskan. Apabila ditemukan ada pejabat pemkab Bolmong terlibat main mata dengan pihak Perusahaan, dirinya tak segan-segan akan melakukan tindakan tegas, berupa menonjobkan dari jabatan.

“Jika ditemukan ada pejabat Bolmong menerima upeti dari managemen PT Conch dan Sulenco. Maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Saya tak ingin ada pejabat yang suka melanggar aturan hukum yang berlaku,” tegas Yasti.

Yasti dituduh telah melakukan tindak pidana menyuruh atau memberi kesempatan atau daya upaya dengan menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan tindak perusakan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap barang atau benda atau dengan sengaja menghancurkan barang atau benda atau sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusak membuat tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain. LN-JMP

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60