Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV, Nasir Djamil Janji Akan Pertanyakan Pada Kemenkumham Saat RDP

Gravatar Image
  • Whatsapp

Jakarta, LiraNews – Komisi III DPR RI akan mempertanyakan tengelamnya kapal Pengayoman IV milik Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kemenkumham saat menyeberang dari Dermaga Wijayapura ke Dermaga Sodong, Cilacap, Jawa Tengah kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly.

“Kami sendiri belum mendapatkan informasi detailnya tetapi nanti senin depan ini kami Komisi III akan rapat dengar pendapat dengan Menteri Hukum dan HAM bisa jadi itu akan menjadi salah satu yang kita tanya,” ujar Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (22/9/21).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memprediksikan ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu penyebab terbaliknya kapal tersebut pada Jumat (17/9/2021) lalu.

Pertama, kata Nasir, bisa saja kapal tersebut mengangkut muatan yang melebihi kapasitasnya.

“Mungkin juga usia kapal tersebut sudah cukup lama, bisa jadi juga perawaratannya tidak begitu bagus sehingga mengalami kejadian seperti itu,” jelas Nasir.

Namun dari sisi objektifitas, Nasir menganggap bisa jadi Dirjen Pemasyarakatan mengalami defisit anggaran sehingga kapal tersebut tidak dirawat dengan baik.

“Memang bukan hanya kapal, bangunan-bangunan lapas dan rutan juga masih minim perawatan atau maintenancenya. Itu juga problem apalagi dua tahun ini kan ada
refocussing anggaran sehingga membuat masing-masing Kementerian melihat mana yang prioritas,” tutur Nasir.

Namun yang harus menjadi prioritas dari Kemenkumham sekarang, imbuh Nasir, pikirkan nasib keluarga dua orang korban yang meninggal dunia atas kejadian tersebut, di mana salah satunya adalah petugas Lapas Nusakambangan.

“Karena dia meninggal dalam keadaan menjalankan tugas. Apakah kenaikan pangkat dan lain sebagainya sehingga nanti dia bisa menerima pensiun dengan baik atau mungkin juga ada anak-anak keduanya yang mungkin saja masih pelajar atau mahasiswa kan bisa saja dijadikan pegawai di salah satu deriktorat jenderal Kemenkumham,” tukas Nasir.

Legislator asal Dapil Aceh 2 ini mengungkapkan, hal ini bertujuan untuk mengurangi beban kesedihan keluarga yang ditinggalkan karena ada kompensasi.

“Tentunya hal tersebut guna mengurangi beban kesedihan keluarga yang ditinggalkan karena ada kompensasi,” pungkas Nasir Djamil.

Seperti diketahui, Kapal Pengayoman IV tenggelam secara terbaik saat menyeberang ke Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (17/9) pagi. Dua orang dilaporkan meninggal dari peristiwa nahas tersebut.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap, I Nyoman Sidakarya kejadian terjadi pada pukul 08.45 WIB saat Kapal Pengayoman IV berangkat dari Dermaga Wijayapura dan hendak menuju Dermaga Sodong, Cilacap.

Di tengah perjalanan, kapal yang membawa dua truck tersebut akan melakukan manuver sandar namun angin dan arus yang besar membuat kapal terbalik dan tenggelam.

Dari data Basarnas Cilacap, terdapat 7 orang dalam Kapal Pengayoman IV yang tenggelam di perairan Cilacap itu, yakni nakhoda, ABK serta sopir truk, petugas lapas dan seorang penumpang. Ketujuh orang tersebut, lima di antaranya dilaporkan selamat sedangkan dua orang meninggal.

Berikut ini nama-nama ABK dan seluruh penumpang dalam Kapal Pengayoman IV yang tenggelam di perairan Cilacap tersebut:

Korban selamat:
– Subagyo Antoro (nakhoda kapal)
– Diki (ABK)
– Melga (ABK)
– Suheris (sopir truk)
– Sulianto (penumpang)

Korban meninggal:
– Wahyu (petugas lapas)
– Kardim (sopir truk)

Related posts