Tergesa-Gesa Pilih Vaksin Covid-19, PKS: Pemerintah Ingin Pengaruhi Psikologi Rakyat

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, LiraNews – Fraksi PKS (F-PKS) DPR RI menilai tergesa-gesanya pemerintah dalam memilih vaksin Covid-19 merupakan bentuk upaya mempengaruhi psikologis rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua F-PKS DPR RI Sukamta melalui keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).

Read More

banner 300250

Menurut Sukamta, saat ini berbagai negara berlomba-lomba menemukan vaksin Covid-19 bahkan sudah ada beberapa yang berani menawarkan dan telah memberikan perkiraan harga namun vaksin belum selesai uji klinik fase ketiga.

“Namun belum ada satu pun yang menyatakan menemukan vaksin yang menangkal virus Covid-19,” kata Sukamta.

Sukamta menilai, pemerintah terkesan terburu-buru dengan memutuskan vaksin produksi Sinovac yang akan digunakan.

“Padahal uji klinis tahap 3 yang dilakukan Sinovac bekerjasama dengan Biofarma belum keluar hasilnya. Apakah efektif menangkal virus Covid-19 atau tidak,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Sukamta, penelitian-penelitian terbaru menunjukan Covid-19 mengalami mutasi sehingga dimungkinkan ketika uji klinis tahap 3 berhasil.

“Namun pada saat vaksinasi secara massal Covid-19 telah memiliki mutasi berbeda sehingga tidak efektif,” jelas anggota Komisi I DPR RI ini.

Sukamta berkesimpulan, pemerintah sedang mempengaruhi psikologi masyarakat dan khususnya pelaku bisnis dengan memberikan keyakinan pemerintah di jalan yang benar dalam penanganan Covid-19 setelah mengadakan perjanjian komitmen penyediaan vaksin.

“Namun, langkah pemerintah ini bisa menjadi blunder dikemudian hari apabila ternyata vaksin Covid-19 ini tidak efektif. Sehingga berdampak pada rentannya kesehatan masyarakat dan kerugian negara,” tuturnya.

Sukamta pun berharap, kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga menjadi kehati-hatian dalam menentukan vaksin.

“Vaksin harus benar-benar tepat dan efektif untuk melindungi masyarakat di Indonesia,” tegasnya.

Sukamta juga berpesan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, menunggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun walaupun kelak ditemukan obat maupun vaksin.

“Pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Kemenlu telah terjalin kerjasama produksi vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal Tiongkok Sinovac,” terangnya.

Menurut Sukamta, alasan pemerintah memilih Sinovac berdasarkan pada berpengalaman Sinovac dalam hal pengembangan vaksin SARS.

“Kemudian, mempunyai produk yang memenuhi pre-kualifikasi WHO dan kesamaan platform produksi dengan Bio Farma yakni inactivated vaccine,” tukasnya.

Namun, sambung Sukamta, menurut info yang beredar luas vaksin produksi Sinovac merupakan vaksin dengan harga termahal dibandingkan dengan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan lain dan belum teruji efektif mematikan virus Covid-19

“Upaya menenangkan masyarakat perlu, namun jangan sampai berbuah kerugian baik bagi rakyat maupun negara,” pungkas legislator asal Dapil DI Yogyakarta ini. LN-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60