Terkait Kasus Korupsi, Mantan Kepala BPN Kampar Riau Ajukan PK

  • Whatsapp
banner 468x60

Pekanbaru, Liranews – Terkait korupsi penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), membuat mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kampar, Zaiful Yusri, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung. Pengajuan PK terpaksa dilakukan karena dinilai ada kekhilafan hakim dalam vonis tersebut.

Tidak hanya Zaiful Yusri, namun, Edi Erisman. Kasi pengukuran, pengajuan PK dilakukan melalui Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Provinsi Riau.

“PK diajukan kedua terpidana atas putusan kasasi MA. Zaiful Yusri dihukum pidana penjara selama 4 tahun. Juga dihukum membayar denda Rp200 juta atau subsider 6 bulan penjara, “ujar Panitera Muda (Panmud) Tipikor PN Pekanbaru, Rosdiana Sitorus SH. Selasa (4/2/2020).

Sementara Edi Erisman, kata Rosdiana,  divonis MA dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Dia juga dihukum membayar denda Rp50 juta atau subsider 3 bulan penjara.

Rosdiana menyebutkan, permohonan PK sudah disampaikan ke Ketua PN Pekanbaru. Untuk persidangan telah ditunjuk hakim Saut Maruli Tua Pasaribu.

“Jadwal sidangnya Selasa (11/2/2020) depan,”ujar Rosdiana.

Untuk diketahui, Kasus yang menjerat Zaiful Yusri dan Edy Erisman itu terjadi pada 2003 hingga 2004 lalu. Dimana Kantor BPN Kampar menerbitkan 271 SHM atas nama 28 orang seluas 511,24 hektare.

Penerbitan SHM tersebut tak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 1997 dan Peraturan Kepala Badan Nomor 03 Tahun 1999 jo Nomor 09 Tahun 1999.

Kantor BPN tidak mengisi blanko risalah pemeriksaan dengan benar sehingga rekomendasi pemberian hak milik kepada pemohon SHM tidak dapat dijadikan dasar.

Kemudian, SHM yang diterbitkan tersebut berada di Kawasan Hutan Tesso Nilo, di Desa Bulu Nipis atau Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak, Kampar.
LN/Abuzakir Ahmad.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60